Berita Palembang
Disdik Palembang Mendadak Liburkan Sekolah Dampak Asap Makin Pekat, Ini Tanggapan Gubernur Sumsel
Disdik Palembang Mendadak Liburkan Sekolah Dampak Asap Makin Pekat, Ini Tanggapan Gubernur Sumsel
Penulis: Rahmaliyah | Editor: Welly Hadinata
Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah
Disdik Palembang Mendadak Liburkan Sekolah Dampak Asap Makin Pekat, Ini Tanggapan Gubernur Sumsel
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kabut asap makin pekat di Kota Palembang dan status kualitas udara sempat masuk level berbahaya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang mendadak liburkan sekolah.
Namun ditanggapi berbeda oleh Gubernur Sumsel Herman Deru yang menyikapi kondisi kabut asap yang menyelimuti Provinsi Sumatera Selatan khususnya di Kota Palembang. Terutama bagi siswa-siswi yang bersekolah pagi hari.
Gubernur menilai kondisi kualitas udara masih fluktuatif sehingga untuk mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah anak-anak belum diperlukan saat ini.
"Kita tidak boleh kaku juga, kalau masih wajar jangan diliburkan. Kan sudah diberikan silakan untuk menggeser jam sekolahnya saja. Kasihan dong kalau anak-anak sampai diliburkan mereka bisa ketinggalan pelajaran," ujarnya, Senin (23/9/2019).

• Kabut Asap Makin Pekat & Kualitas Udara Level BERBAHAYA, Disdik Palembang Mendadak Liburkan Sekolah
• Cara Buat Pempek Palembang yang Khas, Praktis dan Lezat Serta Tempat Untuk Beli Pempek Rekomendasi
• Hindari Resiko Kematian Mendadak, 3 Waktu Terlarang Untuk Mandi, Ini Waktu yang Baik Untuk Tubuh
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Widodo menyebutkan pagi tadi dirinya sudah koordinasi dengan Kadis Kesehatan dan Dinas Lingkungan hidup dan berdasarkan informasi dinas lingkungan hidup kondisi kualitas udara dikisaran angka 145-147 atau dikategori sedang.
"Jadi kondisinya masih fluktuatif sama seperti yang saya berikan surat edaran waktu itu, dimana setiap sekolah mengimbau anak-anak mereka menggunakan masker kemudian jam sekolah digeser ke pukul 09.00 dan kegiatan belajar hanya di dalam ruangan saja plus tanaman dimasukan dalam kelas agar memberi oksigen dll," ujarnya
Lanjut Widodo, Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel baru akan mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah ketika ada koordinasi dengan DLHP dan kesehatan yang menyatakan kondisi kualitas udara berada di level berbahaya.
• Inovasi Warga Petrans Jaya Atasi Kemarau; Penampung Itu Diberi Nama Embung Jaya Sakti
• Lucinta Luna Ketahuan Bohong Setelah Dipermalukan di Mall dan Bertengkar, Video Briefing Tersebar!
• Kisah Sukses Bank Sampah Hade Jaya, Di Balik Kisah Pilu Banjir Bandang Sungai Cimanuk Garut
"Kalau sudah 200 kita akan ambil sikap untuk merumahkan anak-anak. Tapi jika masih dibawah angka tersebut jam sekolahnya saja digeser agar mereka tetap bisa belajar," ujarnya.
Dengan rentannya kondisi anak-anak terpapar kabut asap, Disdik Provinsi telah mengimbau agar kepala daerah ataupun Disdik Kabupaten/kota untuk mengambil sikap ke sekolah-sekolah dengan situasi yang ada.
"Keputusannya ada di mereka, mereka ada otoritasnya sendiri. Tindakan apa yang harus dilakukan, tapi kita sejak jauh hari mengeluarkan edaran soal kabut asap," katanya.
• Hotman Paris Marah Diserang Isu Hoax Prabowo Sandiaga Uno hingga Dilaporkan ke KPK, Farhat Abbas?
• Ajak Orangtua Obar Film Hayya, SIT Tunas Cendikia Booking Dua Studio
• Video: Kebakaran Meluas, Kebun Milik Warga Bingin Teluk Muratara Juga Hangus Terbakar
Diberitakan sebelumnya, Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah mengkontaminasi udara di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Dampak dari buruknya kualitas udara akibat karhutla kini mulai dirasakan oleh masyarakat yang tempat tinggalnya terpapar oleh kabut asap salah satunya siswa SD-SMA.
Karena kabut asap semakin pekat dari td pukul 07.15 dan dari rumah beberapa siswa jarak pandang bahkan 200 meteran, Dinas Pendidikan Kota Palembang memberikan surat edaran mendadak kepada kepala SD dan SMP baik negeri atau swasta untuk meliburkan siswanya selama 3 hari.