Berita Palembang

Disdik Palembang Mendadak Liburkan Sekolah Dampak Asap Makin Pekat, Ini Tanggapan Gubernur Sumsel

Disdik Palembang Mendadak Liburkan Sekolah Dampak Asap Makin Pekat, Ini Tanggapan Gubernur Sumsel

Disdik Palembang Mendadak Liburkan Sekolah Dampak Asap Makin Pekat, Ini Tanggapan Gubernur Sumsel
HUMAS PEMPROV SUMSEL
Gubernur Sumsel Herman Deru Turun Langsung Padamkan Karhutla di Tulung Selapan OKI beberapa waktu lalu 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

Disdik Palembang Mendadak Liburkan Sekolah Dampak Asap Makin Pekat, Ini Tanggapan Gubernur Sumsel

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kabut asap makin pekat di Kota Palembang dan status kualitas udara sempat masuk level berbahaya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang mendadak liburkan sekolah.

Namun ditanggapi berbeda oleh Gubernur Sumsel Herman Deru yang menyikapi kondisi kabut asap yang menyelimuti Provinsi Sumatera Selatan khususnya di Kota Palembang. Terutama bagi siswa-siswi yang bersekolah pagi hari.

Gubernur menilai kondisi kualitas udara masih fluktuatif sehingga untuk mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah anak-anak belum diperlukan saat ini.

"Kita tidak boleh kaku juga, kalau masih wajar jangan diliburkan. Kan sudah diberikan silakan untuk menggeser jam sekolahnya saja. Kasihan dong kalau anak-anak sampai diliburkan mereka bisa ketinggalan pelajaran," ujarnya, Senin (23/9/2019).

Pengumuman libur sekolah dadakan yang terpasang di depan sekolah di kawasan 12 Ulu Palembang, Senin (22/9/2019)
Pengumuman libur sekolah dadakan yang terpasang di depan sekolah di kawasan 12 Ulu Palembang, Senin (22/9/2019) (SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH)

Kabut Asap Makin Pekat & Kualitas Udara Level BERBAHAYA, Disdik Palembang Mendadak Liburkan Sekolah

Cara Buat Pempek Palembang yang Khas, Praktis dan Lezat Serta Tempat Untuk Beli Pempek Rekomendasi

Hindari Resiko Kematian Mendadak, 3 Waktu Terlarang Untuk Mandi, Ini Waktu yang Baik Untuk Tubuh

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Widodo menyebutkan pagi tadi dirinya sudah koordinasi dengan Kadis Kesehatan dan Dinas Lingkungan hidup dan berdasarkan informasi dinas lingkungan hidup kondisi kualitas udara dikisaran angka 145-147 atau dikategori sedang.

"Jadi kondisinya masih fluktuatif sama seperti yang saya berikan surat edaran waktu itu, dimana setiap sekolah mengimbau anak-anak mereka menggunakan masker kemudian jam sekolah digeser ke pukul 09.00 dan kegiatan belajar hanya di dalam ruangan saja plus tanaman dimasukan dalam kelas agar memberi oksigen dll," ujarnya

Lanjut Widodo, Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel baru akan mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah ketika ada koordinasi dengan DLHP dan kesehatan yang menyatakan kondisi kualitas udara berada di level berbahaya.

Inovasi Warga Petrans Jaya Atasi Kemarau; Penampung Itu Diberi Nama Embung Jaya Sakti

Lucinta Luna Ketahuan Bohong Setelah Dipermalukan di Mall dan Bertengkar, Video Briefing Tersebar!

Kisah Sukses Bank Sampah Hade Jaya, Di Balik Kisah Pilu Banjir Bandang Sungai Cimanuk Garut

"Kalau sudah 200 kita akan ambil sikap untuk merumahkan anak-anak. Tapi jika masih dibawah angka tersebut jam sekolahnya saja digeser agar mereka tetap bisa belajar," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Rahmaliyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved