Breaking News:

Kabut Asap Terlihat Tebal, Sekolah di Sumsel Belum Perlu Diliburkan, Ini Penjelasan Dinas Terkait

Kabut Asap Terlihat Tebal, Sekolah di Sumsel Belum Perlu Diliburkan, Ini Penjelasan Dinas Terkait

Tribun Sumsel/Rahmat Aizullah
Para siswa di Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara masih tetap sekolah meski kabut asap semakin pekat, Senin (16/9/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

Kabut Asap Terlihat Tebal, Sekolah di Sumsel Belum Perlu Diliburkan, Ini Penjelasan Dinas Terkait

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Meski dengan kasat mata awam udara di Sumsel terutama Kota Palembang terlihat diselimuti kabut asap, namun baik Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel maupun Dinas Pendidikan Sumsel menyatakan Sekolah belum perlu diliburkan.

"Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan (kualitas udara) nilai harian maupun per jam. Bisa dilihat dari DLH. Untuk memutuskan sekolah diliburkan, keputusan itu harus melibatkan DLH, Dinkes, BMKG dan Disdik untuk mengkajinya tentu izin Gubernur selaku pimpinan tertinggi di daerah ini," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra Lesty Nurainy Apt MKes, Jumat (20/9/2019).

Menurut Leaty, saat ini masih kategori tidak sehat, sehingga bagi yang beraktivitas di luar dihimau agar memakai masker, banyak minum air putih dan tingkatkan daya tahan tubuh.

Tujuh Murid SD Tenggelam di Sungai Ogan, Satu Murid Tewas tak Tertolong, Berikut Kronologinya!

Masyarakat Pagaralam Khusyu Minta Hujan, Sholat Istisqo Berjamaah Lapangan Merdeka Alun-Alun Utara

Human Resource Corner (HRC) BKPSDM Musirawas Media Bagi ASN Mengembangkan Diri

"Kalau sedang pekat, ruangan di sekolah jaga dari asap masuk, tutup jendela, pintu dan ventilasi. Untuk ventilasi bs ditutup dgn kain basah atau dacron.

Kalau diliburkan, anak-anak tudak ada kegiatan, malah keluyuran. Pelajaran anak-anak bisa ketinggalan. Mengambil keputusan mesti bijak. Dilihat ISPUnya, berapa hari dan berlaku wilayah mana, dll," kata Lesty.

Dijelaskannya, sedangkan untuk kategori ISPU sedang, dampak kesehatannya adalah iritasi saluran pernapasan, yang tindakan antisipasinya dengan penggunaan masker jika beraktivitas di luar, kecuali ada keluhan khusus bagi yang rentan (yang sudah sakit jantung, paru-paru, asma, dll), perlu ke dokter atau Rumah Sakit untuk konsultasi.

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Drs H Widodo MPd.

Ini Amalan Doa Nabi Ibrahim Untuk Anak Sholeh/Sholehah & Doa Pagi Nabi Ibrahim Agar Dilimpahi Rezki

Palembang Kabut Asap - Ini Tata Cara & Tuntunan Sholat Istisqo, Doa Minta Hujan, Lengkap Niat & Doa

Cerai dari Ayu Ting Ting, Enji Baskoro Gandeng Wanita Baru, Pamer Foto di Kamar Profesi Terkuak!

"Belum (diliburkan kualitas udara) kita masih 147. Lagian kalo libur, keputusan itu harus melibatkan DLH, Dinkes, BMKG dan Disdik untuk mengkajinya tentu ijin Gub selaku pimpinan tertinggi di daerah ini," kata Widodo.

Lesty memberikan edukasi tentang Peringatan Kesehatan Akibat Asap dari Kemenkes RI dan Germas (Gerakan Masyarakat Sehat berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 45 Tahun 1997 tentang ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara).

Untuk ISPU > 50 statusnya TIDAK SEHAT rekomendasinya bayi tidak direkomendasikan keluar rumah.

Untuk indeks > 200 statusnya SANGAT TIDAK SEHAT rekomendasinya Kelompok masyarakat rentan (Balita. lbu hamil dan lansia serta penderita penyakit kronis) tinggal dalam rumah.

Untuk indeks > 300 statusnya BERBAHAYA rekomendasinya Anak Sekolah Dasar dan Menengah Pertama diliburkan.

Kemudian untuk indeks > 400 status BERBAHAYA rekomendasinya masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved