Human Interest Story

Sudah Tes DNA, Anak Kedua Tidak Diakui Oleh Bapaknya

Sambil menangis sesegukan, RA Nurlia menceritakan jika dia dengan IZ menikah pada tahun 2011 dan dikaruniai dua anak.

Sudah Tes DNA, Anak Kedua Tidak Diakui Oleh Bapaknya
DOK. SRIPOKU.COM
Ilustrasi.

BAPAK tidak mengakui anaknya. Itulah yang dialami oleh Ny Raden Ayu Nurlia. Ibu dua anak itu kini menunggu kepastian hukum atas kasus yang dilaporkannya ke Polresta Palembang pada Tahun 2017 lalu dengan Nomor Laporan LPB/200/1/2017/SPKT tanggal 21 Januari 2017. Materia laporannya penelantaran anak oleh mantan suaminya berinisial, IZ (34).

Belakangan kata Raden Ayu Nurlia, dari dua anaknya yakni Salwa dan Albani, justru IZ tidak mengakui jika Albani adalah anak kandungnya. "Sudah dua tahun ini mantan suami saya (IZ) menelantarkan anaknya, tidak memberi nafkah dan juga tidak mengakui Albani sebagai anaknya," kata RA Nurlia saat berbincang dengan beberapa wartawan, Rabu (18/09/2019).

Sambil menangis sesegukan, RA Nurlia menceritakan jika dia dengan IZ menikah pada tahun 2011 dan dikaruniai dua anak, namun anak kedua dari RA Nurlia dan IZ itu bernama Albani tidak diakui sebagai anaknya oleh IZ yang kini dikabarakan telah lari dan berdomisili di luar negeri.

"Padahal, hasil tes DNA dinyatakan positif jika bapak dari anak saya yang nomor dua itu adalah anak kami bersama IZ," kata RA Nurlia.

RA Nurlia mengaku, dia mendapat kabar jika suaminya IZ telah berdomisili di luar negeri dengan nama yang diubah Sulaiman. Pengakuan RA Nurlia ini dibenarkan oleh Dr Ir Hj Tri Widayatsih MSi, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Palembang. Menurutnya, pihaknya (KPAI) menganjurkan RA Nurlia melakukan tes DNA untuk menentukan hak anak sekaligus menjadi petunjuk alat bukti dari status anak tersebut.

"Sungguh miris, dimana IZ tidak mengakui anak darah dagingnya sendiai, bahkan juga tidak menafkahi selama bercerai. Hasil tes DNA alhamdulilah positif bapak dari anak kedua itu adalah IZ," kata Tri.

Ketika dihubungi melalui telepon, kuasa hukum IZ, Junaidi SH mengatakan persoalan tersebut telah diserahkan kepada kepolisian untuk memprosesnya.

"Maaf, saya tidak dapat memberikan komentar apapun, Segala sesuatunya sudah ditangani oleh pihak kepolisian," kata Junaidi. (mg1)

Penulis: Haris Widodo
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved