Human Interest Story

Ada Dandim yang Tidak Pulang Sebulan

Ribuan personil gabungan masih tinggal pada rumah-rumah warga desa dan ada pula yang membuat basecamp darurat sementara.

Ada Dandim yang Tidak Pulang Sebulan
Dok BPBD PALI
Tim BPBD PALI bersama satgas terpadu anti Karhutla TNI-Polri saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan. 

PENAMBAHAN personil untuk upaya penanggulangan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan akan dilakukan kembali jika kondisi kebakaran kian mengkhawatirkan. Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Irwan mengungkapkan, upaya pasukan darat yang saat ini berjumlah 3.000an personil terdiri dari gabungan TNI, Polri dan Manggala Agni akan ditambah untuk penguatan penanggulangan Karhutla agar lebih maksimal.

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) pun juga dilakukan agar bisa ikut mengerahkan masyarakat membantu kekuatan.

"Penambahan personil dimungkinkan untuk di tiga wilayah Kabupaten OKI, OI dan Muba," katanya, Rabu (18/9/2019)

"Namun kita berupaya juga lewat doa semoga entah siang ini, sore atau besok atau lusa bisa segera turun hujan. Karena gambut tidak bisa diselesaikan oleh kita secara permanen, hanya hujanlah yang bisa. Jika tiga hari saja hujan berturut-turut maka semuanya pasti mati (titik api)," tambah Pangdam

Saat ini, lanjut Irwan, ribuan personil gabungan masih tinggal pada rumah-rumah warga desa dan ada pula yang membuat basecamp darurat sementara agar lebih mudah saat berpatroli menanggulangi kebakaran.

Ia tak menampik, kondisi basecamp yang ditempati personil sangat sederhana hanya gubuk-gubuk biasa yang bahkan tidak tersedia tempat untuk mandi bagi personil.

"Kalau mau pulang kan jauh bahkan ada Dandim yang tidak pulang sampai satu bulan untuk memantau setiap hari. Beberapa kali saya tinjau seperti di Bayung Lincir hanya gubuk biasa, mereka ada yang terpaksa tidak mandi setelah ke desa yang ada sumur baru mandi."

Oleh karenanya, dengan kondisi seperti ini pihaknya berupaya untuk dicarikan tempat yang laik untuk personil beristirahat agar kesehatan prajurit atau masyarakat tidak terganggu.

"Kita khawatir juga kesehatan terganggu, makanya kita rolling untuk menjaga kondisi mereka apalagi jangka panjang," tegasnya.

Sementara untuk bantuan dari BNPB untuk penyediaan akomodasi personil yang saat ini tinggal, uang makannya diberikan ke penduduk untuk kemudian dimasak bersama masyarakat yang juga turut membantu.

Sedangkan, armada Helikopter yang dikerahkan saat ini berjumlah sembilan unit, dua untuk patroli dan tujuh heli waterboombing namun hanya enam yang sekarang beroperasi dan satu unit sedang maintenace. Enam unit ini juga disebar ke lokasi rawan karhutla seperti Kebun Raya Sriwijaya, Pangkalan 82, Cengal, Rambutan, Pampangan.

"Kita berharap tidak ada lagi titik api baru makanya saya imbau kepada seluruh lapisan masyarakat ataupun korporasi jangan adalagi yang membakar sebab api yang ada dilahan gambut lebih cepat menjalar lewat bawah sampai satu kilometer," ujarnya.

Dilokasi yang sama, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli Bahuri menambahkan, pihaknya berkerja sama dengan TNI dan Pemerintah Daerah dalam Satgas Penanggulangan Bencana Alam yang dilakukan berupa Pemadaman, Mitigasi dan Sosialisasi.

Tapi apabila ditemukan ada unsur tindak pidananya maka dilakukan penindakan sesuai hukum berlaku baik secara individu atau pertanggung jawaban korporasi. Dari para pelaku secara individu sudah ditindak seperti di Banyuasin, Ogan Ilir, Baturaja dan Musi Banyuasin.

"Apapun ikhtiar yang dilakukan tentu harus disempurnakan dengan doa. Para pelaku pembakaran ditindak tegas kalau memenuhi syarat untuk penetapan sebagai tersangka," tambahnya. (cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved