Berita Palembang

Herman Deru Akui Sulit Padamkan Api di Kubah Gambut yang Dalamnya Hingga 30 Meter, Itu Ada di Sumsel

Herman Deru Akui Sulit Padamkan Api di Kubah Gambut yang Dalamnya Hingga 30 Meter, Itu Ada di Sumsel

Herman Deru Akui Sulit Padamkan Api di Kubah Gambut yang Dalamnya Hingga 30 Meter, Itu Ada di Sumsel
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Kobaran api dan asap tebal membumbung tinggi dari kebakaran lahan gambut Sepucuk Pedamaran OKI, Jumat (1/8). Herman Deru Akui Sulit Padamkan Api di Kubah Gambut yang Dalamnya Hingga 30 Meter, Itu Ada di Sumsel 

Herman Deru Akui Sulit Padamkan Api di Kubah Gambut yang Dalamnya Hingga 30 Meter, Itu Ada di Sumsel

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bukan hanya karena kondisi kemarau panjang yang tengah melanda Provinsi Sumatera Selatan yang menjadi indikator pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terkendala.

Tapi juga kondisi variabel kedalaman lahan gambut yang tidak merata.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengakui pembasahan lewat sistem waterboombing bukan tanpa alasan terus dilakukan karena memang adanya perbedaan kedalaman gambut menjadi kendala dalam proses pemadaman selama ini.

"Ada variabel kedalaman gambut yang tidak merata. Ada gambut yang dalamnya 2-5 meter tapi ada yang lebih dari itu sampai 30 Meter namanya kubah gambut dan itu ada di Sumsel. Mesti digali lalu disiram," jelas Herman Deru, Rabu (18/9/2019).

Bahkan tim darat yang berjibaku memadamkan telah melakukan berbagai cara mulai penggalian, pembuatan sekat kanal sampai cara konvensional dengan karung goni basah agar api tidak meluas.

Perusahaan di Muratara Ini Sediakan Rp 5 Juta untuk Orang yang Menangkap Pelaku Pembakaran Lahan

Gubernur Sumsel Ajak Mahasiswa Datang Langsung Tanggulangi Kebakaran Lahan

Seekor Rusa Alami Nasib Tragis, Terkepung Api Pada Kebakaran Lahan di Karang Dapo Kabupaten Muratara

"Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang berbiaya mahal itu pun belum maksimal karena tidak ada cikal bakal awan dengan bibit air hujan belum atasi Karhutla. Lalu Kita mau mohon sama siapa kalau tidak dengan pencipta. Saya bersama Forkopimda masih terus berupaya pencegahan," ujar Herman Deru.

Herman Deru pun berharap dengan kondisi ini tidak dijadikan momen saling menyalahkan.

"Ini seperti kata Khotib sebagai ujian yang harus kita lewati dengan baik," katanya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved