Human Interest Story

Gara-gara Tips Jitu Daun Pisang

Sugiono hanya berharap generasi muda bisa lebih kreatif lagi dalam membuat karya.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUN SUMSEL.COM/MELISA WULANDARI
Sugiono yang viral di media sosial ternyata berasal dari Palembang. 

SOSOK Sugiono sudah tidak asing lagi di kalangan siswa Xaverius 3 Palembang (Xavega) dan para alumninya. Apalagi setelah sukses membuat video parodi Dilan beberapa waktu lalu, pria yang sehari-hari kerja di dapur SMA Xavega ini sukses menjadi konten kreator, yang videonya viral di sosial media.

Lewat akun Youtube Lajukelah, video berjudul "Tips Jitu Daun Pisang" yang diupload pada 8 April lalu, berhasil membuat warganet terpingkal dan sedikit geram. Bahkan sudah hampir 2.000 kali ditonton oleh warganet. Bahkan banyak yang tak menyangka, kalau pria yang kesehariannya dipanggil Yai oleh warga Xavega ini merupakan konten kreator asli Palembang.

Disinggung mengenai dirinya yang viral berkat video parodi kocaknya, Sugiono hanya berharap generasi muda bisa lebih kreatif lagi dalam membuat karya.

"Dari kecil saya sudah suka seni peran, suka berakting apa saja. Semua peran saya terima asalkan jangan peran orang gila," katanya sembari tertawa.

"Saya juga suka rasanya kalau membuat orang lain tertawa, menghibur siapa saja. Jadi kalau diajak bikin video saya selalu sanggupi," kata bapak dua anak yang sudah bekerja di Xavega selama 28 tahun ini.

Meskipun viral di sosial media, dia mengaku tak punya akun sosmed satu pun. Bahkan HP pun dia tak punya dan selama ini hanya diinformasikan oleh kedua anaknya.

"Pernah waktu itu saya mampir ke mini market, terus ada yang bilang eh ini Yai ya? Yai yang suka vlog itu kan? Lah terus saya bingung vlog itu apa. Saat tahu artinya video blog barulah saya bilang iya," ujarnya polos.

Sementara itu, penulis skrip sekaligus sutradara video Tips Daun Pisang, Toni mengatakan kalau pihaknya tak menyangka video tersebut bisa direpost berbagai akun dan viral kemana-mana. Apalagi melihat komentar dari warganet dan respon kocak mereka terhadap video berdurasi 2 menit 26 detik itu.

"Awalnya dikira pak Sugiono ini bukan orang Palembang tapi orang Jawa, setelah viral di sosial media seperti Instagram, Facebook, dan Twitter barulah ketahuan aslinya orang Palembang. Orangnya ini sederhana, tapi cepat menangkap arahan kita. Tak ada skrip khusus yang kita berikan. Hanya mendengarkan arahan dan sedikit improvisasi dari dia, jadilah videonya," katanya.

Dia juga berharap menjadikan Sugiono sebagai konten kreator bisa memotivasi generasi muda untuk lebih kreatif dalam berkarya. Apalagi jika membuat konten positif. "Yang jelas ke depan kita akan produktif lagi dengan mengangkat tema dan isu berbeda," katanya.

"Tentunya harus lebih kocak dan menarik untuk ditonton. Saat ini sudah ada sekitar 25 video di akun Youtube Lajukelah boleh dilihat dan ditonton," tutupnya. (elm)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved