Kang Otek, Rela Tinggalkan Tanah Kelahiran Saat Lihat Potensi Pagaralam

Kang Otek rela meninggalkan Ibu Kota Jakarta sebagai tanah kelahirannya dengan tujuan bisa mengembangkan Potensi alam yaitu Biji Kopi di Pagaralam

Kang Otek, Rela Tinggalkan Tanah Kelahiran Saat Lihat Potensi Pagaralam
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
PENGIAT KOPI : Tampak Ari Afandi (Otek) pengiat Kopi di Kota Pagaralam yang mempopulerkan pengolahan Kopi Pasca Panen di Kota Pagaralam yang mendapatkan penghargaan dari Gubernur Sumsel H Herman Deru. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Kota Pagaralam merupakan salah satu daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) yang menjadi kawasan penghasil Biji Kopi terbesar. Bahkan hampir semua perkebunan di Pagaralam merupakan perkbunan Kopi yang dikelolah oleh masyarakat.

Tidak hanya itu Potensi perkebunan Kopi di Pagaralam menjadi salah satu penggerak roda perekonomian di Tanah Besemah tersebut. Bahkan komuditi ini sudah ada sebelum zaman Indonesia merdeka dulu.

Potensi inilah yang menjadi salah satu magnet dari seorang Ari Afandi (Otek) (36) pengiat Kopi asal Jakarta. Dirinya menjadi salah satu pioner para petani di Kota Pagaralam untuk merubah cara panen dari panen pelangi atau penen asal-asalan ke panen petik merah.

PT KAI Klaim Pengguna LRT Naik 3 Ribu Penumpang Pada Hari Kerja

Rezky Aditya dan Citra Kirana Dikira Pacaran Gegara Foto Ini, Terungkap Hubungan Keduanya

Pria kelahiran banten 14 Oktober 1983 ini sudah masuk ke Pagaralam sejak 2015 lalu. Sampai saat ini rela meninggalkan Ibu Kota Jakarta sebagai tanah kelahirannya dengan tujuan bisa mengembangkan Potensi alam yaitu Biji Kopi di Pagaralam.

"Saya sudah masuk ke Pagaralam ini sejak tahun 2015 lalu. Saya masuk ke Pagaralam ini awalnya hanya untuk melihat keindahan alam Gunung Dempo. Namun saya malah kecantol dengan potensi perkebunan Kopi yang ada di Pagaralam ini," ujarnya saat ditemui Sripoku.com di Pabrik Pengolahan Kopi Milik Yayan Pesantren Darul Mutaqin Dempo Selatan, Minggu (15/9/20190).

Dikatakan Kang Otek yang merupakan sapaan akrabnya ini, bahwa potensi pengembangan Biji Kopi di Pagaralam sangat baik kedepannya. Jika para petani diberikan edukasi yang baik tentang bagaimana pengolahan Biji Kopi pasca Panen.

"Selama ini para petani hanya melakukan panen kopi dengan memetik semua buah baik yang masih muda atau masih berwarna hijau dengan biji yang berwarna merah. Hal inilah yang membuat kwalitas Biji Kopi di Pagaralam jelek," katanya.

Tak Terima Dibentak hingga Diusir Raffi Ahmad saat Live di TV, Lucinta Luna Nekat Beri Ancaman Ini!

Hubungan Tak Akur, Ayu Ting Ting Dituding Sindir Nagita Slavina, Syifa Bocorkan Obrolan Ayah Rozak

Untuk itu dirinya mencoba mengedukasi petani di Pagaralam untuk mencoba sisten petik merah dengan langsung megajarkan bagaimana pengolahan Biji Kopi pasca Panen agar kwalitas dan harga Biji Kopi Pagaralam bisa bersaing dengan daerah penghasil Kopi lainnya.

"Alhamdulillah saat ini sudah ada puluhan petani binaan saya yang menerapkan pengolahan sistem panen Petik merah di Pagaralam ini. Banyak keuntungan yang didapat petani mulai dari harga yang mahal sampai kwalitas kopi yang mampu bersaing," jelas Pria Peraih Piagam Penghargaan pengiat Kopi Pasca Panen dari Gubernur Sumsel H Herman Deru ini.

Menurutnya, jika dikembangkan bersama pihak terkait maka Kota Pagaralam akan mampu menjadi produsen Kopi berkualitas untuk mencukupi kebutuhan kopi di Sumsel bahkan di Indonesia.

4 Kisah Pernikahan Orang Indonesia & Bule yang Pernah Viral, No 3 Sampai Komunikasi Lewat Penerjemah

Inilah Penemuan Ular Raksasa di Indonesia, Paling Panjang 40 Meter Diyakini Suku Dayak Sebagai Naga

"Jika pemerintah dan para pengiat Kopi di Pagaralam bersinergi dalam memajukan perkebunan Kopi dengan sistem yang baik maka Pagaralam tidak akan bergantung pada Lampung yang memang salam ini menjadi konsumen utama Biji Kopi asal Pagaralam," ungkapnya.

Dirinya berharap usahanya untuk memajukan komuditi Kopi di Kota Pagaralam ini bisa berjalan lancar. Dengan harapan usaha dan upaya ini akan berdampak baik pada perekonomian masyarakat Kota Pagaralam terutama para petani Kopi.

"Memang butuh waktu untuk merubah sistem lama pengolahan kopi di Pagaralam ini. Namun saya yakin nantinya usaha ini akan diterima dan diterapkan oleh petani Pagaralam," harapnya.

Untuk diketahui saat ini Kang Otek sudah memasarkan hasil pengolahan Biji Kopi Pagaralam kebeberapa Kota besar di Indonesia yaitu Palembang, Jakarta, Surabaya sampai ke Yogyakarta.

"Saya berharap nantinya Biji Kopi Pagaralam akan mampu menembus pasar Internasional," katanya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved