Kita Butuh 10 Heli

Diungkapkan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru jumlah armada yang dikerahkan saat ini guna patroli hingga waterboombing masih kurang.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
ILUSTRASI: Sebuah helikopter melakukan waterboombing ke lahan yang terbakar. 

PALEMBANG, SRIPO -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat peralatan untuk proses pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan rencananya dalam waktu dekat Pemerintah Daerah akan mengusulkan lagi penambahan armada helikopter waterbombing.

Karena diungkapkan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru jumlah armada yang dikerahkan saat ini guna patroli hingga waterbombing masih kurang untuk proses pemadaman Karhutla. Sedikitnya helikopter yang dikerahkan saat ini baru berjumlah 7 unit.

"Alat kita ini terbatas sedangkan hasil patroli baru-baru ini saya lihat di Muara Kuang titik api banyak sekali. Oleh karenanya kita fokus untuk upaya pencegahan. Personil dibawah Dansatgas belum bisa maksimal terutama di daerah yang potensi rawan karhutla yang banyak gambut seperti OKI, dan OI," jelasnya, Kamis (12/9/2019).

Sejauh ini, Gubernur belum akan mengambil langkah untuk meminta bantuan pada pihak luar negeri dalam proses pemadaman Karhutla di Sumsel. Hanya saja dirinya telah meminta penambahan armada helikopter ke Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB).

"Imbauan pencegahan agar tidak makin luas sudah pasti, apalagi Karhutla sudah jadi isu nasional dan antar negara. Kita kebetulan yang punya 1,4 juta lahan tidak bisa dibandingkan dengan provinsi lain. Tapi yang jelas kita akan alokasikan dana yang proporsional kedepan untuk langkah pencegahan," tegasnya.

Sementara terpisah, Kepala Bidang Penanggulangan Kedaruratan BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Ansori mengatakan, direncanakan minta tambahan helikopter, karena diperlukan mengingat kondisi kebakaran yang cukup banyak.

"Heli water bombing 10 unit lagi, mengingat tidak semua heli bisa operasi semuanya sekaligus karena ada yang offday atau maintenance, sekarang sedang disiapkan dalam waktu dekat akan disampaikan ke BNPB," ujarnya.

Kebun Raya
Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, mendatangi langsung lokasi kebakaran lahan yang terjadi di Kebun Raya Sriwijaya, Desa Bakung Kabupaten Ogan Ilir Kamis (12/9/2019). Ia datang untuk meninjau langsung lokasi kebakaran tersebut, menggunakan helikopter.

Dalam tinjauan itu, ia didampingi oleh Kepala BPBD Provinsi Sumsel Iriansyah, Dandim 0402/OI-OKI Letkol Inf. Riyandi, Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad, Kapolres OKI, AKBP Donny dan kepala instansi terkait.

Mayjen TNI Irwan mengatakan, pihaknya berupaya memadamkan api bekerjasama dengan unsur Satgas Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunlah) yang ada di sana. Selain itu, ada pula 2 heli yang membantu melakukan oemadaman dadi udara, dengan sistem water bombing (WB).

"Karena heli kita yang standby ada 7, yang bisa operasional 2, karena yang lain ada pemeliharaan dan program lain. Sehingga yang bisa operasi ada 2," ujarnya di sela tinjauan.

Ia mengatakan, diduga pemicu kebakaran tersebut adalah lompatan api hasil dari kebakaran lahan sebelumnya, di luar kompleks Kebun Raya Sriwijaya. Pihaknya selain melakukan pemadaman, juga melakukan pendinginan di lahan yang telah dibasahi, agar benar-benar tidak ada lagi api di bawah lahan gambut.

"Pasukan darat dari TNI, Polri BPBD, Manggala Agni, kawan-kawan dinas dan Kebun Raya sendiri sudah mengerahkan personelnya untuk mendinginkan lokasi-lokasi yang perlu didinginkan. Kalau tidak, nanti akan berasap seperti ini. Karena ini udah padam, tapi di bawah masih ada (api dan asap). Itulah lahan gambut," ungkapnya.

Ia memprediksi, api akan padam dalam waktu 2 - 3 hari ke depan. Hal teesebut dapat terealisasi jika ada bantuan dari Heli, yang ikut memadamkan api dari udara.

"Ini kita prediksi, usahakan 2 hari padam. Kalau ada helikopter 2-3 buah, bisa padam dalam 2-3 hari ke depan," tegasnya.

Sementara itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar lahan dengan tujuan apapun. Sebab selain faktor alam, faktor manusia juga menjadi penyebab terjadinya Karhutbunlah tadi.

"Kita berharap dalam beberapa hari ini padam, dan tidak timbul lokasi-lokasi baru. Harapan kita begitu kepasa masyarakat, untuk berpartisipasi mencegah kebakaran hutan," jelasnya. (cr26/mg5)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved