Human Interest Story

Napi Keluar Malam Hari, Aniaya Janda Muda

Kasus penganiayaan oleh Napi yang keluar malam hari dan mendatangi kontrakan mantan istrinya itu, langsung direspon oleh jajaran Polres Lahat

Napi Keluar Malam Hari, Aniaya Janda Muda
SRIPO/EHDI AMIN
Narapidana Lapas Lahat yang sempat kabur, Irwansyah diamankan oleh kepolisian dari Polres Lahat. 

PERISTIWA cukup menghebohkan warga terjadi di Bedeng Bandar Agung, Kelurahan Bandar Jaya, Lahat, Sabtu (07/09/2019) sekitar pukul 22.00. Teriakan histeris dari sebuah rumah kontrakan itu didengar oleh warga setempat. Setelah ditelusuri sumber jeritan itu berasal dari seorang janda muda, Hertisa (25) yang dianiaya oleh mantan suaminya, Irwansyah (38). Warga pun dibuat kaget, karena Irwansyah masih menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Lahat dalam kasus narkoba (sabu-sabu) dan masih menyisahkan hukuman sekitar 2,5 tahun lagi.

Kasus penganiayaan oleh Napi yang keluar malam hari dan mendatangi bedeng kontrakan mantan istrinya itu, langsung direspon oleh jajaran Polres Lahat yang mendapat informasi dari warga melalui telepon. Namun sebelum polisi tiba di lokasi, warga sudah keburu mengepung kontrakan Hertisa, dan mengamankan Irwansyah.

"Benar ada satu orang Napi yang diamankan oleh anggota Patroli Srigala 8 Polres Lahat," ujar Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIk melalui Kasubag Humas, Iptu Sabar T.

Saat dibawa ke SPKT Polres Lahat, Irwansyah mengaku bisa keluar dari Lapas lantaran dipinta membelikan rokok oleh petugas Lapas. Kondisi itu lantas dijadikan kesempatan oleh pria yang dulunya berpropesi sebagai tukang ojek ini, mencari keberadaan Hertisa.

"Karena tidak ada laporan resmi, terkait lelaki tersebut. Terpaksa kita kembalikan lagi ke Lapas Lahat," timpal Kasat Reskrim, AKP Satria Dwi Darma SIk.

Namun pengakuan Irwansyah itu dibantah oleh Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas llA Lahat, Herman Sawiran BcIP SH. Melalui Ketua Tim Pemeriksa Lapas, Firzon SAg didampingi anggota tim pemeriksa Herlan dan Andrean dijelaskan, bahwa napi kasus sabu-sabu atas nama Irwansyah bukan keluar Lapas karena disuruh membeli rokok, melainkan permintaannya ingin menjenguk istrinya yang sakit.

Firzon menegaskan, oknum piket petugas Lapas yang memberikan izin keluar kepada Irwansyah (38) narapidana kasus sabu sisa hukuman sekitar 2.5 tahun itu sudah dinonaktifkan.

"Memang ada napi yang keluar dengan cara yang tidak sesuai presedural. Makanya petugas yang memberikan izin tersebut kini sudah dinonaktifkan," jelasnya, Selasa (10/09).

Dilanjutkannya, berdasarkan hasil BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dari oknum petugas yang mengizinkan keluar napi tersebut diketahui, bahwa warga Lapas atas nama Irwansyah meminta izin keluar untuk menjenguk istrinya yang sedang sakit, karena dia mengaku masih menjadi suami sahnya. Irwansyah minta izin pada Minggu (8/9) dinihari.

“Menurut pengakuannya dia (Irwansyah,Red) mendatangi oknum petugas lapas yang sedang jaga pada malam sekitar pukul 01.45, meminta izin pulang ingin melihat istrinya yang sedang sakit, bukan disuruh beli rokok,” jelasnya.

Ditambahkan, oknum petugas jaga yang mengizinkan napi Irwansyah keluar tersebut, murni karena unsur kemanusiaan, karena melihat minta dikawal sembari bersujud untuk pulang ke rumahnya.

“Meski pun demikian, oknum petugas sudah menyalahi prosedural, apapun alasannya dan sudah kami periksa, serta hasilnya sudah dilaporkan ke Kanwil untuk diproses. Saat ini yang bersangkutan sudah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai petugas lapas,” tambah Firzon seraya menyebutkan, ini murni kesalahan dari satu oknum petugas, karena petugas jaga lainnya sedang ada di blok dan ruangan lain, sehingga hanya diketahui satu oknum petugas tersebut. (cr22)

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved