Human Interest Story

Gadis Cantik Gagal Bunuh Diri di Rel Kereta Api

Selama berbincang dengan Rika, terlihat emosinya tidak stabil, kadang nangis dan terkadang marah.

Gadis Cantik Gagal Bunuh Diri di Rel Kereta Api
SRIPOKU.COM/ARDANI
Rika tampak diamankan di Mapolres Muaraenim karena mencoba untuk bunuh diri di rel Kereta Api, Senin (9/9) 

DIDUGA mengalami depresi, Rika Yolanda Sari (24) warga Karang Tina, Pasar Tanjungenim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, nekat pergi dari rumah. Gadis cantik ini kemudian berencana ingin bunuh diri di rel Kereta Api (KA) dekat Taman Kota Muaraenim, Senin (09/09/2019).

Informasi yang dihimpun, pagi itu Rika pergi dari rumahnya dengan membawa dua tas besar dan satu tas kecil yang isinya pakaian sehari-hari. Rika yang seperti sudah putus asa itu kemudian berhenti di kawasan Taman Kota Muaraenim sendirian. Rika terlihat gelisah sambil menangis.

Ketika itu ada warga yang mengenali Rika dan membawanya ke Mapolres Muaraenim. Selama berbincang dengan Rika, terlihat emosinya tidak stabil, kadang nangis dan terkadang marah sambil berucap dirinya mau bunuh diri saja.

"Saya sudah tidak sanggup lagi hidup, saya mau mati saja ditabrak kereta api. Ayah dan ibuku sudah tidak mau memperhatikan dan mengurusi aku lagi," kata Rika sambil terus menangis disertai marah-marah.

Rika berkisah, sejak kecil dirinya telah kehilangan kasih sayang, sebab ayahnya bercerai dengan ibunya, yang akhirnya dirinya ikut ayahnya. Namun semenjak ayahnya menikah lagi, kasih sayang terhadap dirinya berkurang dan ayahnya lebih menyayangi saudara-saudara tirinya. Begitupun ibunya, ketika menikah lagi, dia sudah mempunyai kehidupan sendiri.

Masih dikatakan Rika, dia sendirian tidak ada saudara alias anak tunggal. Dari kecil hingga dewasa dia tinggal dengan neneknya. Namun sejak SMP, Rika didatangi mahluk gaib yang mengaku Ratu Ular dan sering merasuki dirinya. Dan sudah berulangkali diobati tetapi masih kadang-kadang kerasukan. Dan ketika diobati yang terakhir kali, Rika sempat sembuh beberapa tahun tidak kerasukan lagi. Namun tadi (Senin kemarin, red), tiba-tiba Rika mengaku kerasukan lagi dan langsung diamankan oleh keluarganya dengan mengikat tangan. Gara-gara kerasukan itu, keluarganya marah-marah dan Rika pun memilih pergi dan bertekad tidak akan kembali lagi.

Kapolres Muaraenim melalui Perwira Siaga (Paga) Ipda Azzadin didampingi KSKP Aiptu Alpian mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat tentang keberadaan seorang wanita, kemudian kepolisian menjemput dan membawa wanita bernama Rika Yolanda Sari itu ke Mapolres Muaraenim, karena saat ditemukan jiwanya labil dan mengatakan mau bunuh diri di rel Kereta Api.

"Kita telah memanggil ayah dan ibu kandungnya meski sudah bercerai untuk menjemputnya, karena (Rika) masih punya keluarga," katanya. (ardani)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved