Wawancara Eksklusif

Anshori Soal Api di Lahan Gambut: Sengaja Dibakar untuk Mengurung Ikan

Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel sudah memperkirakan, potensi kebakaran pada bulan ini bisa meningkat.

DOK. SRIPOKU.COM
ILUSTRASI: Helikopter Water bombing yang sedang memadamkan api kebakaran di area JSC, Selasa (21/8) 

MEMASUKI bulan September keberadaan hotspot terus meningkat. Per 8 September 2019 saja tercatat 367 titik api yang ditemukan. Terbanyak ditemukan di OKI dengan jumlah 128 titik hotspot. Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel sudah memperkirakan, potensi kebakaran pada bulan ini bisa meningkat. Sebab September ini merupakan puncak musim kemarau.

Bagaimana kondisi kebakaran lahan di Sumsel saat ini ? Jumlah titik api kemaren terbanyak sepanjang 2019 dengan total 367 titik hotspot melewati jumlah 187 titik api pada 19 Agustus dan 154 titik api pada 23 Agustus. Apa upaya BPBD Sumsel untuk mengatasi bencana kebakaran ini tidak meluas? Berikut wawancara eksklusif Sriwijaya Post, Senin (9/9) bersama Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Anshori.

Titik api yang ditemukan kemaren merupakan terbanyak sepanjang 2019. Apa upaya kita untuk meminalisir meluasnya area kebakaran ?
Hari ini kita mengoperasikan enam unit helikopter yang kita fokuskan empat unit di OKI dan dua unit di OI. Satgas darat kita upayakan digeser dari kabupaten yang daerahnya tidak berpotensi kebakaran untuk ditempatkan di OKI khususnya kawasan Tulung Selapan dan Pangkalan Lampam.

Apa kendala satgas di lapangan untuk memadamkan api ?
Kendala kita di lapangan sumber air. Bahkan di Pangakalan Lampam heli kita sulit menemukan air. Kalau pun ada jaraknya jauh membutuhkan waktu 11 menit dengan jarak tempuh sekitar 20 kilometer dari titik kebakaran menuju sumber air. Waktu tempuh 11 menit itu relatif lama, sehingga heli membutuhkan waktu yang banyak untuk memadamkan api ?

Apakah sumber api memang sengaja dibakar atau terbakar sendirinya ?
Area terbakar di OKI merupakan area gambut. Kebiasaan orang disana membakar kawasan gambut untuk mengurung ikan untuk berada di tempat terendah di area gambut. Sehingga begitu ikan ngumpul masyarakat dengan mudah mengambilnya.

Bagaimana upaya melakukan hujan buatan dengan menyemai garam ke awan ?
Sejak Sabtu kemaren pesawat yang sering melakukan penyemaian di tarik ke Malang. Sebab disana ada kegiatan TNI. Penyemaian baru dilakukan empat sampai lima kali dengan menghabiskan garam mencapai empat ton.

Apa kendala penyemaian yang dilakukan ?
Penyemaian terkendala dengan keberadaan awan yang potensial untuk disemai. Sehingga penyemaian tidak berjalan efektif. Kami pun belum dapat kabar lagi kapan pesawat datang kembali lagi ke Palembang.

Sudah berapa lahan terbakar selama 2019 ?
Sampai sekarang sudah tercatat 2038,362 hektar lahan terbakar. Terbanyak di OI sudah mencapai 443 hektar dan OKI 218 hektar lahan.

Apa dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Sumsel ?
Saat pagi hari memang sudah terjadi kabut asap di Palembang. Namun untuk kualitas udara yang kami terima laporannya dari lingkungan hidup masih dalam kondisi sehat. (yandi)

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved