Human Interest Story
Kami Terkejut Bali Pada Tahu Jilbab Biru
Aslam mengaku kecewa dengan respon jajaran Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumsel.
Penulis: Haris Widodo | Editor: Soegeng Haryadi
SALAH satu pelantun lagu Oy Adik Berjilbab Biru, Muhammad Aslam Makkatutu Rusli, tak menyangka ketika lagu yang ia ciptakan dan nyanyikan bersama Imam Hidayat tersebut bisa terkenal sampai ke Bali. Padahal, di Palembang yang notabene tempat keduanya berasal, lagu yang viral di dunia media sosial akhir tahun lalu tersebut bisa dikatakan belum dikenal masyarakatnya.
Sebab itu, Aslam yang masih tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fattah ini mengaku kecewa dengan respon jajaran Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumsel. Bukannya apa, lagu Oy Adik Berjilbab Biru mulai dari lirik hingga musiknya semuanya mengedepankan kesenian dan budaya asli Palembang.
"Bahasanya kita menggunakan bahasa Palembang, sementara musiknya itu Batanghari Sembilan. Jangan kita, saat kita tampil di Bali saja, ada yang heran kok lagu ini tidak terkenal di Palembang," kata Aslam, Selasa (3/9).
Tidak direspon positif, jelas pria yang sudah memiliki satu anak ini, lantaran dari awal lagu tersebut viral di media sosial hingga sekarang, belum pernah ada panggilan kerja sama dari pihak pemerintah Palembang dan Sumsel. Padahal, beberapa kali sudah Palembang dan Sumsel menggelar event internasional. Andai kata kepingin mengedepankan budaya lokal, Oy Adik Berjilbab Biru sebenarnya sudah sangat mewakili.
Bukannya apa, lagu yang tayang di situs video berbagi ini sudah banyak dicover oleh penyanyi lain. Malah, Aslam dan Imam sempat dibuat emosi lantaran lagu mereka ini sudah diganti-ganti liriknya tanpa sepengetahuan keduanya. Ada beberapa pihak yang sudah meminta maaf dan membayar royalti, ada juga yang tidak mengacuhkannya.
"Kalau di Palembang kita sebenarnya sudah beberapa kali tampil, dalam waktu dekat juga demikian. Namun, yang mengajak bukan dari pihak pemerintah," kata Aslam.
Meski demikian, Aslam yang kesehariannya juga mencari nafkah dengan menjadi seorang barista ini bersama Imam tetap tidak berhenti berkarya. Setelah Oy Adik Berjilbab Biru, keduanya juga sudah beberapa kali mengeluarkan singel yang juga tayang di situs video berbagi. Total, sudah ada empat singel yang mereka ciptakan.
Aslam mengatakan, ia berterima kasih kepada seseorang bernama Wanda Restusiyan, pemilim Music Pro Active. Wandra yang mengajak Imam dan Aslam untuk merekam lagu Oy Adik Berjilbab Biru sekaligus memberitahukan kepada publik bahwa dua mahasiswa inilah yang menciptakan lagu tersebut pertama kali. Tanpa campur tangan Wandra, Aslam dan Imam tidak kepikiran untuk rekaman lantaran keduanya tidak ada biaya untuk melakukan hal tersebut.
"Sebelum kita rekaman, lagu ini sudah viral terlebih dahulu sehingga banyak yang mengubah liriknya atau yang mengklaim mereka yang menciptakan. Kita tidak bisa berbuat banyak karena tidak ada yang bisa kita lakukan sebelum akhirnya Bang Wandra menawarkan kita untuk rekaman. Di sinilah baru banyak yang meminta maaf sama kita," kata Aslam.
Lagu Oy Berjilbab Biru, jelas Aslam, ia ciptakan bersama Imam secara spontan. Keduanya yang pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren ini terinsipirasi dari lantunan shalawat. Mereka pun memakai nadanya untuk dinyanyikan menggunakan bahasa Palembang. Di ruang kampus, mereka merekam lagu tersebut dan dijadikan status Whatsapp. Tanpa diketahui, dari sini, video tersebut terus beredar hingga beberapa kali diupload akun-akun Instagram.
"Lagu ini juga kita kepingin berdakwah, salah satunya mengajak untuk tidak pacaran. Ini juga pengalaman pribadi saya karena saya menikah dengan istri saya sekarang tanpa pacaran dan hanya kenalan satu bulan," kata Aslam. (haris widodo)