Human Interest Story

Menyantap Lemang di Tepian Lematang

Lemang merupakan makanan yang terbuat dari ketan putih atau beras ketan. Untuk memasak lemang ini terbilang masih cukup tradisional.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/odi aria
Eli, salah seorang pedagang lemang tengah membakar lemang buatannya di Pulau Pinang Desa Tanjung Sirih Kabupaten Lahat. 

JIKA melintas di Kabupaten Lahat, tepatnya di Pulau Pinang Desa Tanjung Sirih, jangan melewatkan nikmatnya kuliner khas daerah Seribu Megalit, yakni lemang gemuk dan lemang pisang. Lemang merupakan makanan yang terbuat dari ketan putih atau beras ketan. Untuk memasak lemang ini terbilang masih cukup tradisional.

Beras yang sudah dicuci dimasukan ke dalam bambu hijau yang sudah dibersihkan. Setelah itu, bambu yang berisikan beras ketan tadi diberi santan atau perasan kelapa secukupnya dan tak lupa juga diberi sedikit garam kedalam bambu tersebut sebagai penambah rasa kemudian dibakar sekitar 1-2 jam.

Menyantap lemang ini akan semakin nikmat dengan dipadukan lauk berupa ikan seluang atau baung yang dimasakan bumbu kuning. Selain rasanya nikmat dengan citarasa tradisional, kudapan tersebut semakin lezat karena para pengunjung dapat menikmati lemang sembari melihat keindahan sungai Lematang.

Eni, salah seorang padagang lemag mengatakan untuk harga satu porsi lemang sangat terjangkau. Konsumen cukup menyiapkan uang Rp 10 ribu untuk menikmati satu porsi lemang bambu. Jika hendak menggunakan lauk, pengunjung cukup membayar Rp 20 ribu untuk menambahkan satu porsi ikan bumbu kuning.

"Harganya cukup terjangkau, kalau mau makan lemang cukup bayar Rp 10 ribu per porsi," katanya saat dijumpai tim Ekspedisi Sriwijaya do Desa Tanjung Sirih Lahat, Selasa (27/8).

Selain dapat dinikmati dengan lauk ikan, bagi pengunjung yang hobi boleh juga memakannya dengan kudapan pendamping buah durian atau secangkir kopi hangat.

"Bagi yang suka minum kopi atau makan durian bisa juga dijadikan pendamping lemang," tegas Eli.

Joni, salah seorang pembeli mengaku kenikmatan memakan lemang sangat terasa ketika pengunjung bisa sambil makan sembari menikmati pemandangan hamparan sawah dan sungai lematang.

Pemandangan yang menyejukkan mata membuat pengunjung makin betah berlama-lama untuk sekadar duduk, atau sembari minum kopi di pondokan yang disediakan oleh penjual lemang di sana.

"Setiap melintas ke Pagaralam saya pasti mampir makan lemang. Karena memang rasanya nikmat dan bisa menikmati pemandangan Sungai Lematang," ujarnya. (odi)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved