Berita Pagaralam

Usai Divonis Hukuman Mati, Tika Otak Pembunuhan Berencana Ibu dan Anak Ajukan Banding

Janda Muda Otak Pembunuh Berencana yang Divonis Hukuman Mati Ajukan Banding, Ini Reaksi Keluarga Korban

SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak terdakwa pembunuh Ibu dan anak di Pagaralam, Tika Cs saat diamankan di Mapolres Pagaralam beberapa bulan lalu. 

Janda Muda Otak Pembunuh Berencana yang Divonis Hukuman Mati Ajukan Banding, Ini Reaksi Keluarga Korban

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Pagaralam membacakan keputusan vonis hukuman mati terhadap Tika (35) dan Riko (21) karena telah terbukti melakukan pembunuhan terhadap ibu dan anak yaitu Ponia (49) dan Selvi (14).

Kedua terdakwa ini masih meminta permohonan Memori Banding di Pengadilan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan. Permohonan banding kedua terdakwa ini diprotes oleh pihak keluarga korban.

Hindari Polisi saat Razia, Seorang Pengendara Motor Ini Berusaha Kabur, Lihat Endingnya Miris!

Detik-detik Sopir Mobil HRV yang Tiba-tiba Masuk ke Jurang Kedalaman Puluhan Meter di Jalan Lahat

Penodong Sadis Ini Keok Ditembak Hunter Polresta Palembang, Beraksi di Halte Transmusi Karya Baru

Untuk diketahui pembunuhan terhadap Ponia (49) dan Sevia (14) yang terjadi Desember tahun 2018 silam dengan tersangka Tika dan Riko sebagai esekutor ditetapkan pada sidang putusan pada 20 Agustus 2019 kemarin di ruang sidang Candra yang dipimpin oleh Hakim ketua M Martin Helmi SH, Anggota hakim I Agung Hartanto SH MH, dan Anggota Hakim II Raden Anggara SH MH dengan hukuman mati.

Sedangkan lainnya yaitu Jefri ditetapkan 10 tahun penjara karena masih di bawah umur.

Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Pagaralam melalui Kasi Intel, A Gabriel R Ubleeuw SH membenarkan jika pihak pengacara terpidana Tika dan Riko mengajukan memori banding.

Namun memori banding terdakwa di ajukan ke Kejati Palembang.

BREAKING NEWS : Mobil Honda HRV Terjun Bebas Masuk ke Jurang Jalan Lintas Lahat Pagar Alam

Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Bebas? Barbie Kumalasari Justru Batal Jemput Suami di Penjara

"Memori banding adalah hak mutlak bagi terdakwa. Sedangkan upaya dari Penuntut Umum yaitu akan menunggu memori banding dari terdakwa untuk di pelajari terlebih dahulu," jelas Gabriel.

Mendengar adanya banding dari terdakwa suami korban Hermansyah mengatakan, krluarga meminta kepada Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam dan Pengadilan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan agar menolak permintaan memori banding dari pengacara Tika dan Riko.

"Saya mengharapkan kepada pihak kejaksaan dan pengadilan agar menolak banding tersebut, karena kita keluarga menilai memang sudah sepantasnya mereka mendapatkan hukuman tersebut. Seperti kata pepatah nyawa harus dibayar nyawa ditambah lagi yang mereka melakukannya dengan tidak manusiawi," tegasnya, saat ditemui sripoku.com, Minggu (1/9/2019).

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved