Pantau Karhutla Pakai Heli, Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli: Alhamdulillah 2 Hari Hujan Api Berkurang

Pantau Karhutla Pakai Helikopter, Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli: Alhamdulillah 2 Hari Hujan Api Berkurang

Pantau Karhutla Pakai Heli, Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli: Alhamdulillah 2 Hari Hujan Api Berkurang
Tribun Sumsel/Nando Zein
Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri menggunakan helikopter ke sejumlah daerah rawan karhutbunlah, dan berhenti di Kota Kayuagung dan disambut oleh Bupati OKI serta Kapolres OKI, Minggu (31/8/2019). 

Pantau Karhutla Pakai Helikopter, Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli: Alhamdulillah 2 Hari Hujan Api Berkurang

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutbunlah) yang belakangan ini terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Selatan semakin berkurang, berkat upaya petugas yang dilakukan serta turunnya hujan beberapa hari terakhir.

Hal ini terungkap dari hasil pantauan melalui udara yang dilakukan langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol. Firli Bahuri menggunakan helikopter ke sejumlah daerah rawan karhutbunlah.

"Kita selalu melaksanakan monitoring terkait karhutbunlah. Alhamdulillah selama 12 hari ini, dan 2 hari terakhir memang api sudah berkurang," ucap Kapolda Sumsel Irjen Pol. Firli Bahuri saat mengunjungi kota Kayuagung, Sabtu (31/8/2019) sore.

Ngaku Dibayar 200 Juta, Tarif Nyanyi Rosa Meldianti Terungkap, Baju Lebby Wilayati Jauh Lebih Mahal!

Dua Jam Dapat Satu Karung, Warga Sekayu Muba Ramai-Ramai Cari Remis di Sungai Musi yang Surut

Pertama Kalinya Jakarta Muharram Festival Diadakan, Opick Hingga Melly Goeslaw Turut Ramaikan Acara

Dalam penanganannya, kita selalu menggunakan upaya pemadaman tidak hanya dari udara tetapi juga melalui darat yang dilaksanakan oleh Tim Satgas Karhutbunlah, sehingga hal ini bisa terwujud.

"Api bisa ditangani dengan baik sehingga tidak terjadi perluasan kebakaran. Bahkan titik-titik api sudah sangat berkurang, karena ada kerjasama sinergi antara BPBD, Pemda, TNI, Polri dan segenap masyarakat," ujarnya.

Tambah Firli, sholat istisqa bersama yang dilakukan pada hari Selasa lalu oleh seluruh jajaran, baik kepolisian, TNI dan pemerintah daerah, mulai dari tingkat atas sampai bawah, juga tokoh masyarakat serta agama untuk meminta hujan alhamdulilah sangat efektif.

"Memang segala sesuatu itu kita hanya berupaya tapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala menentukan. Alhamdulillah Selasa dan Rabu, hujan deras sehingga sangat mempengaruhi. Titik api itu terhenti dan kalaupun ada, sekarang itu sangat kecil sekali," tuturnya.

Untuk pelaku pembakar hutan, kebun dan lahan, itu melanggar UU 41 Tahun 99 Pasal 87.

Kisah KKN di Desa Penari Akan Dijadikan Novel, Ini Tanggapan Sang Penulis Mengenai Keaslian Cerita

Selamat Malam Palembang, Mana yang Masih Bujang Duda Juga Boleh, Ifni Lana Hibur Customer Mitsubishi

Sambut Tahun Baru Islam 1441 H, Ponpes Nurul Islam Seribandung Gemakan Shalawat Keliling Kampung

"Ancaman hukuman 15 tahun penjara dan dendanya Rp5 miliar. Ada beberapa orang pelaku yang sudah kita mintai keterangan baik itu di Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan OKI," pungkasnya.

Di kesempatan yang sama Bupati OKI Iskandar, mengatakan semenjak tahun 2015 kita sudah terus mewaspadai akan terjadinya Karhutbunlah. Jadi sudah mengantisipasinya sejak dini.

"Dari mulai memasuki musim panas, kita sudah melakukan sebaran untuk dapatkan status siaga Kabupaten OKI. Himbauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar turut waspada, yang didukung BPBD, TNI, Polri hingga tingkat provinsi," ucapnya.

Dan Alhamdulillah jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini wilayah Provinsi Sumatera Selatan khususnya OKI bisa dikatakan masuk dalam kategori aman.(Nando/TS)

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved