Human Interest Story

3 Mahasiswa UPGRI Ikut Pecahkan Rekor Dunia Selam GWR, Bermotor 8 Hari ke Manado

Max Engelbert Kalalo, Reza Fitrian dan Deswianto Saputra bergabung dengan tiga ribuan penyelam dan ikut dua dari tiga kategori yang ditawarkan

3 Mahasiswa UPGRI Ikut Pecahkan Rekor Dunia Selam GWR, Bermotor 8 Hari ke Manado
ISTIMEWA
REKOR SELAM -- Tiga mahasiswa UPGRI Palembang menjadi peserta pemecahan rekor dunia selam Guinness World Record di Manado, Sulawesi Utara beberapa waktu lalu. 

TIGA mahasiswa Pendidikan Jasmani FKIP Universitas PGRI Palembang mengharumkan nama Sumsel di ajang internasional di Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Bertiga menjadi bagian dari 3132 penyelam yang memecahkan rekor dunia menyelam Guinness World Record (GWR).

******

Max Engelbert Kalalo, Reza Fitrian dan Deswianto Saputra bergabung dengan tiga ribuan penyelam dan ikut dua dari tiga kategori yang ditawarkan. Yakni penyelam terbanyak di dunia, dan rantai manusia terbanyak di dunia.

"Saya sangat bangga dan bersyukur bisa menjadi bagian sejarah dunia dalam pemecahan rekor dunia selama Guinness World Record (GWR) di Pantai Manado, Kawasan Megamas Manado pada 1-3 Agustus lalu," kata Max di media center UPGRI Palembang, Selasa (27/8).

Cowok yang juga anak dari atlet selam Rudi Kalalo ini mengatakan merasa terhormat, senang dan bangga. "Dengan pengalaman ini menambah teman baru dan pastinya kedepan kami memiliki target meraih emas di PON Papua 2020," kata anak bungsu dari 5 bersaudara ini.

Tak hanya Max, teman satu timnya Reza Fitrian juga merasa sangat senang bisa membawa nama Sumsel di ajang internasional. "Perjalanan darat kami menggunakan motor dari Palembang hingga Manado tak sia-sia dan dukungan dari UPGRI Palembang untuk kami pun sangat besar," kata anak bungsu dari 4 bersaudara ini.

"Jadi awalnya kami bertiga itu ada niatan pengen ikut daftar dari brosur yang kami dapat untuk memecahkan rekor dunia, kami juga sudah buat planning yang matang, latihan selama 1 bulan dan kami juga punya basic serta sertifikat selam," jelasnya.

Dia juga mengatakan saat akan mengikuti pemecahan rekor dunia ini tidak ada yang istimewa untuk persiapan. "Kami hanya menyiapkan fisik saja untuk perjalanan karena kami naik motor selama 8 hari menuju Manado," kata anak dari pasangan Sutrisno dan Mariana ini.

"Kami juga sangat senang luar bisa gabung dengan seluruh penyelam di dunia sekitar 3 ribu lebih, apalagi status kami ini mewakili UPGRI Palembang," ujar cowok kelahiran 1996 ini.

Max dan Reza juga berharap pemerintah Sumsel lebih peduli dengan atlit. "Lebih peka terhadap olahraga dan peduli sama atlet karena kami juga membawa nama Sumsel ke mata nasional bahkan internasional," ujar Max.

"Kalau saya berharap kepada pemerintah Sumsel agar lebih mensupport olahraga Selam ini dengan cara mengenalkan dunia selam kepada masyarakat Sumsel," tambah Reza.

Sementara itu, Kaprodi Pendidikan Jasmani FKIP UPGRI Palembang Farizal Imansyah mengatakan ketiga mahasiswanya ini memang terlibat organisasi selam yang sering latihan di aquatik Jakabaring.

"Dan mereka juga pengajar selam di Prodi Kelautan Unsri yang dimana mahasiswa prodi ini memang dianjurkan setiap sebulan sekali belajar selam, nah mereka instrukturnya," kata pria berkacamata ini.

Selain itu, Farizal juga mengatakan salah satu mahasiswanya yakni Max memang memiliki bakat selam dari orangtuanya yang merupakan atlet selam. "Ayah Max ini ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sumsel," ujarnya.

"Awalnya kami juga gak nyangka bisa pecahkan rekor Guiness. Kedepannya kalau ada kejuaraan internasional lagi mereka akan kami libatkan kembali. Selain itu tiga mahasiswa berprestasi ini juga akan diberikan reward dari rektor UPGRI Palembang Bukman Lian," tutupnya. (elm)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved