Tak Ada Akses Jalan Masuk, Tim BPBD Sumsel Minta Bantuan Waterbombing Atasi Karhutlah di OI

masih terkendala akses ke lokasi,tim darat juga telah berkoordinasi dan meminta tambahan bantuan untuk pemadaman melalui helikopter waterbombing 34140

Tak Ada Akses Jalan Masuk, Tim BPBD Sumsel Minta Bantuan Waterbombing Atasi Karhutlah di OI
kolase sripoku
Petugas Kesulitan Padamkan Kobaran Api, Kebakaran Lahan di Dekat Jalan Tol Palindra Semakin Meluas 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) di Provinsi Sumatera Selatan masih terus terjadi. Terbaru yang terjadi di Desa Tanjung Seteko dekat wilayah Desa Palem Raya Kec Indralaya Utara Kab. OI (Sebelah Tol Palindra), Minggu (25/8/2019)

Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, pihaknya telah menerjunkan Satgas Darat termasuk dua unit Mobil Tangki BPBD Provinsi juga sudah stanby dilokasi, namun belum bisa bergerak karena akses jalan masuk tidak ada.

"Iya tim masih terkendala akses ke lokasi, ini masih diupayakan untuk menjangkau ke titik yang terbakar," jelas Kabid Penanggulangan dan Pendaruratan BPBD Sumatera Selatan.

Dijelaskannya, tim darat juga telah berkoordinasi dan meminta tambahan bantuan untuk pemadaman melalui helikopter waterbombing 34140.

"Satu heli sudah kita kerahkan ke OI, sedangkan untuk empat unit heli dioperasikan ditempat lain yakni, Tulung Selapan, Palemraya dan dua unit ke Bayung lincir. Sementara, tiga heli lain tengah maintainance," jelasnya.

Sementara itu, terpisah, Gubernur Sumsel, Herman Deru menyebutkan, Pemprov Sumsel telah melakukan beragam upaya untuk cepat tanggap dalam pemadaman Karhutla. Proses pemadaman pun dengan cara yang berbeda tidak hanya melakukan serangan udara, tidak hanya melakukan serangan-serangan yang sifatnya dengan alat berat, melainkan pula dilakukan pemadaman secara konvensional. Tim gabungan Brimob, PolPP dan TNI telah dikerahkan untuk membantu pemadaman

“Harapan kita jangan terlalu lama api itu yang kita khawatirkan bukan hanya kerugian material saja, tapi khawatir kalau menganggu kesehatan,” tuturnya

Dikatakan orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini Peran Brimob, PolPP serta BPBD bukan menggantikan tugas satgas karhutla, tapi untuk menambah kekuatan. Ia turut menghimbau agar Satbrimob mengajak peran serta masyarakat, mengingat yang akan terkena dampak yang timbul karena karhutla adalah masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat hanya berdiam diri. Maka saya juga menitip pesan tambahan untuk para anggota Brimob, Pol PP, serta BPBD peran serta masyarakat harus kita ajak tidak bisa kita diamkan karena ini adalah untuk kepentingan mereka minimal mengurangi dampak penyebaran karbondioksida yakni penyakit ISPA dan lainnya” tambahnya.(cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved