Broker Motor Curian Dibekuk

Hermansyah alias Herman kaget ketika rumah kontrakannya dikepung oleh Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 Polresta Palembang

Broker Motor Curian Dibekuk
SRIPO/ANDY WIJAYA
BURONAN - Setelah sempat buron dalam kasus penadahan motor hasil kejahatan, Hermansyah alias Herman (37) dibekuk oleh Tekab 134 Polresta Palembang, Jumat (23/08) malam. 

PALEMBANG, SRIPO -- Seorang lelaki yang diduga broker (perantara) untuk menjual sepeda motor hasil kejahatan (Curanmor), Hermansyah alias Herman (37) kaget ketika rumah kontrakannya dikepung oleh Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 Polresta Palembang, Jumat (13/08/2019) malam sekitar pukul 22.00. Lelaki yang beralamat di Jalan Ki Gede Ing Suro Lorong Langgar 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat II Palembang itu pun menyerah saat dibekuk dan digelandang ke Polresta Palembang oleh Tekab 134 pimpinan Iptu Tohirin.

Herman masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Palembang, karena diduga terkait dengan tindak pidana penadahan sepeda motor hasil curian yang dilakukan oleh tersangka Romi Alias Pepek, yang dibekuk oleh kepolisian Polresta Palembang pada Mei 2019 lalu.

"Keberadaan tersangka diketahui oleh petugas setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa tersangka sedang berada di rumah kontrakannya," kata Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Tekab, Iptu Tohirin, Sabtu (24/08).

Sebelumnya, kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dilaporkan oleh Erie Seftedy SH (34) dengan Laporan Polisi Nomor : LPA/454/VII/2019/Sumsel/Resta/SPKT, tanggal 01 Juli 2019.

"Setelah dilakukan penyelidikan, kami berhasil menangkap Pepek, pelaku pencuri motor milik korban," kata Iptu Tohirin seraya menyebutkan, motor korban yang dicuri pelaku itu jenis Honda Beat warma hitam Tahun 2018 BG 2307 ACI.

Setelah Pepek diperiksa tambah Iptu Tohirin, diketahuilah nama Hermansyah alias Herman sebagai penadah motor curian tersebut. Ternyata motor itu dijual kepada orang lain, kakak angkat Herman.

"Kita masih mengejar satu pelaku lagi sebagai pembeli sepeda motor curian itu," kata Iptu Tohirin.

Sementara itu Heraman mengatakan, dia awalnya didatangi oleh Pepek yang minta bantu untuk menjual motor yang dibawanya.

"Waktu itu bulan Mei, Pepek datang ke rumah saya membawa motor, katanya mau dijual," ujar Herman seraya menyebutkan, motor itu kemudian ditawarkan kepada kakak angkat Herman di kawasan 10 Ilir, dan Pepek yang melakukan transaksi disepakati harga motor itu Rp 3 juta.

Herman mengaku, dia diberi Rp 300 ribu oleh Pepek sebelum mereka berpisah.

Larikan Mobil
Sementara itu aksi kejahatan yang berkaitan dengan kendaraan bermotor juga dialami oleh korban Herfos Adha (31). Lelaki yang tinggal di Jalan A Yani Lorong Manggis Kecamatan Seberang Ulu I Palembang itu kehilangan mobil miliknya jenis Toyota Cayla BG 1823 ZI. Modusnya, pelaku yang masih dikenalnya itu berpura-pura hendak pergi ziarah ke dusun bersama anak dan istrinya. Karena kenal dengan pelaku bernama Mey Riansyah (35) warga Lorong Kali Baru II, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati Palembang itu, korban Herfos meminjamkan mobilnya. Namun setelah beberapa hari, mobil korban tidak dikembalikan oleh pelaku yang merupakan teman sesama pengemudi Go-Car itu.

Kasus penggelapan mobil ini dilaporkan oleh korban Herfos ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Sabtu (24/8). Kepada petugas bagian pengaduan, korban mengatakan peristiwa itu terjadi Jumat 24 Juli sekitar pukul 20.00. Saat itu korban sedang berada di kolam retensi belakang Polresta Palembang sedang mencari penumpang. Kemudian datang pelaku (Mey Riansyah) hendak meminjam mobil korban dengan alasan mau ziarah ke desanya bersama keluarganya.

"Saat itu dia (pelaku) berpapasan dengan saya, kemudian dia mengutarakan niatnya mau memakai mobil saya, tanpa curiga dan karena sudah kenal saya pinjamkan saja mobil saya kepada dia," kata Herfos seraya menyebutkan, setelah beberapa hari pelaku tidak kunjung mengembalikan mobil korban, sedangkan ketika teleponnya dihubungi nomor ponselnya tidak aktif, dan saat didatangi ke rumahnya tidak ada terus.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT AKP Heri membenarkan adanya laporan terkait penggelapan mobil oleh terlapor (pelaku) yang merupakan teman sesama profesi dengan pelapor (korban).

"Kasus penggelapan mobil ini segera ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim Polresta Palembang," kata AKP Heri seraya menyebutkan, pelaku bisa dikenakan Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan empat tahun penjara. (diw)

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved