Berita Lahat

Tak Terlihat Lagi Air Yang Mengalir, Saluran Air dan SPAL Di Daerah Ini Berubah jadi Saluran Sampah

Tak Terlihat Lagi Air Yang Mengalir, Saluran Air dan SPAL Di Daerah Ini Berubah jadi Saluran Sampah

Tak Terlihat Lagi Air Yang Mengalir, Saluran Air dan SPAL Di Daerah Ini Berubah jadi Saluran Sampah
sripoku.com/ehdi amin
Saluran air dan SPAL yang kini dipenuhi sampah. 

Laporan Wartawan Sripoku. Com Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - kondisi aliran sungai dan saluran pembuangan air limbah (SPAL) warga yang berada di Ayek Apul, Sekip, Kelurahan RD PJKA Bandaragung, Kota Lahat, sangat memprihatinkan. Betapa tidak, sepanjang saluran tersebut dipenuhi tumpukkan sampah hingga tak terlihat lagi air yang mengalir. Selain merusak keindahan Kota Lahat, tumpukan sampah itu disinyalir jadi biang penyakit bagi masyarakat sekitar.

Kondisi tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak berapa tahun terakhir. Warga disekitar wilayah tersebut kerap mengeluh. Karena selain mengeluarkan aroma tidak sedap, saat usai musim penghujan, nyamuk-nyamuk nakal mulai menyerbu rumah warga.

"Jangan hanya pemerintah, masyarakat juga jangan suka buang sampah sembarangan. Kelurahan kan ada bentor, cari petugas kebersihan, manfaatkan bentor untuk mengangkut sampah itu," jawab Sekda Lahat, Januarsyah Hambali, Kamis (22/8).

Kunci Rumah dan Dua Hanphone Milik Ipung Hilang, Pembunuhan Pemilik Salon Ipung di Lubuklinggau

Keluarga Merasa Kebingungan, Wardi Tewas Ditembak Jatanras Polda Sumsel, Diduga Curanmor

Sumur Banyak Yang Kering , BPBD Ogan Ilir Bagikan Air ke Warga Yang kesulitan Air

Dari hasil penelusuran dengan sejumlah warga sekitar, tumpukan sampah itu sudah lama terjadi. Sampah tersebut merupakan sampah kiriman dari hulu aliran got ayek apul. Namun tidak dipungkiri, ada beberapa warga yang nakal, suka membuang sampah ke dalam got. Karena di sekitar lokasi tidak disediakan fasilitas bak penampungan sampah oleh pemerintah.

"Seharusnya jangan melulu menyalahkan masyarakat. Lihat dulu, ada tidak tindakan dari pemerintah, jangan cuap-cuap saja," ujar Ismed Taher SH, tokoh masyarakat Lahat, Jumat (23/8).

Ismed juga mengatakan, kalau pemerintah memang mau Lahat ini bersih dan bercahaya, jangan tanggung-tanggung. Karena kondisi itu sudah sejak berapa tahun lalu, tidak ada penyelesaian. Seharusnya got itu dilakukan normalisasi/penggerukan dulu, baru beri penekanan jangan lagi buang sampah sembarangan. Cr22

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved