Buya Menjawab

Sholat Jumat di Masjid yang Berdekatan Jaraknya

Suara sound system-nya baik sholat 5 waktu maupun Jum’at bersahut-sahutan apalagi ketika khutbahnya. Bagaimana hukumnya Buya? Mohon penjelasan Buya.

Sholat Jumat di Masjid yang Berdekatan Jaraknya
SRIPOKU.COM/Zaini
Ilustrasi - Ukiran dan gaya bangunan lama yang dipertahankan Masjid Agung Palembang kini diganti Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo. 

SRIPOKU.COM - Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA, sekarang ini kecendrungan masyarakat Islam membangun masjid sehingga ada masjid yang berdekatan jaraknya dan suara sound system-nya baik sholat 5 waktu maupun Jum’at bersahut-sahutan apalagi ketika khutbahnya. Bagaimana hukumnya Buya? Mohon penjelasan Buya. Terima kasih.
08965093XXXX

Niat dan Bacaan Sholat Jumat Serta Kerugian Bagi yang Datang Sholat Jumat Sesudah Khutbah Dimulai

Niat Sholat Jumat, Tata Cara Sholat Jumat dan Syarat Sah Makmum Sholat Jumat, Lengkap Keutamaannya

Jawab:
Wa’alaikumussalam.Wr.Wb.
SYARAT sah sholat Jum’at menurut Mazdhab Syafii tidak boleh didahului atau disamai oleh shalat Jum'at lain di satu tempat dengan tempat yang lain dalam satu kampung atau satu daerah, kecuali jika daerah itu sangat besar dan sulit untuk mengumpulkan jamaah di satu tempat. Sebab-sebab sulitnya mengumpulkan jamaah bisa karena banyaknya orang atau mereka saling berbeda faham yang sulit dikompromikan, atau jaraknya terlalu jauh sehingga tidak kedengaran suara azan. Alasannya adalah Rasul Saw. dan para sahabat Khulafaurrasyidin dan Tabi’iin tidak pernah melakukan kecuali satu Jum’at di satu tempat saja. Untuk mencapai tujuan utama, yaitu menampakkan simbol- simbol persatuan dan persamaan opini.

Jika ada pelaksanaan sholat Jum’at yang bersamaan di satu daerah yang berdekatan maka yang sah adalah di masjid yang lebih dahulu Takbiratul ihram. (Wahbah Zuhayli, al Fiqhul Islam wa adillatuhu, Jilid II, Darul Fikr 1997 hlmn.1332)

Mazhab Maliki melarang mendirikan sholat Jum’at di dua masjid atau lebih dalam satu kota. Jika terjadi berbilang dalam pelaksanaannya, maka sholat yang sah hanyalah di masjid yang pertama dibangun atau masjid yang tertua, yaitu masjid yang dilakukan sholat Jum’at pertama di suatu daerah, meskipun pembangunannya lebih akhir dari masjid-masjid lain. (Asy- Syarh ash- shaghiir, jili 1.hlmn. 500)

Mazdhab Hambali, Syafi’I, dan Maliki seperti yang telah disebutkan di atas menyatakan, jika daerahnya besar dan membutuhkan beberapa masjid, atau suatu daerah berada dalam kondisi takut terjadi fitnah, dimana terjadi permusuhan di antara penduduk setempat, ataupun karena luasnya daerah tersebut dan jarak yang jauh di antara ujungnya maka mengikuti sholat Jum'at disemua masjidnya diperbolehkan. (al –Mughniy, jilid 2.hlmn.334)

Pendapat mayoritas ulama (Mazhab Maliki yang termasyhur, lalu mazhab Syafi’I dan Hambali), serta imam al-Kasany dari mazhab Hanafi, melarang pelaksanaan shalat Jum’at secara berbilang kecuali karena diperlukan.

Adapun mazhab Hanafi mengatakan boleh melaksanakan sholat Jumat lebih dari satu sholat Jumat di dalam sebuah kota untuk menghindari kesulitan yang terjadi disebabkan jauhnya jarak bagi sebagian besar jamaahnya. (Wahbah Zuhayli, Al Fiqhul Islam wa adillatuhu jilid II hlmn.394)

Demikian penjelasan pertanyaan jamaah sholat Jum’at. (*)

Keterangan:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI.
Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved