Pembunuhan Pemilik Salon di Lubuklinggau

Pemilik Ipung Salon di Lubuklinggau Timur Sengaja Dibunuh, Bukan Perampokan, Uang Rp 15 juta Utuh

Muhammad Efendi alias Ipung pemilik Ipung salon yang tewas mengenaskan di rumahnya Kecamatan Lubuklinggau Timur sengaja dibunuh.

Pemilik Ipung Salon di Lubuklinggau Timur Sengaja Dibunuh, Bukan Perampokan, Uang Rp 15 juta Utuh
TRIBUN SUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Jenazah Muhammad Efendi alias Ipung saat di RS dr Sobirin Lubuklinggau. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- Muhammad Efendi alias Ipung pemilik Ipung salon, warga Jl Yos Sudarso RT 11, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur tewas mengenaskan di rumahnya, Jumat (23/8/2019) pukul 10.00 WIB.

Usai ditemukan jenazah pemilik Ipung Salon itu langsung dibawa ke Rumah Sakit dr Sobirin untuk dilakukan otopsi.

Kasatreskrim Polres Lubuklinggau AKP Rivou Lapu mengatakan, berdasarkan hasil visum korban mengalami luka pecah di kepala diduga akibat benda tumpul,

"Kemudian dua luka tusuk di leher kanan kiri dan lima luka tusuk di dada dan perut, total seluruhnya ada sembilan luka," ungkapnya pada Tribunsumsel.com.

Rivou mengungkapkan dugaan sementara korban bukan korban pencurian dengan kekerasan, Curas atau Perampokan.

Seekor Harimau Sumatera Dewasa Muncul di Desa Bandar Agung Empatlawang, Warga Takut ke Kebun

Dapat Order Fiktif dari Orang Tidak Dikenal, Perusahaan J&T Express Alami Kerugian Hingga Rp 85 Juta

Keluarga Korban Vera Oktaria tak Puas, Minta Keluarga Prada DP Diusut karena Diduga Terlibat!

Melainkan sengaja dibunuh oleh pelaku karena barang-barang milik korban tidak ada yang hilang.

"Dugaan korban meninggal lebih dari tiga jam. di lokasi uang korban Rp 15 juta masih utuh dan handphone miliknya juga tidak hilang," ungkapnya.

Selain itu pihaknya mengamankan barang bukti dua bilah pisau.

Namun diduga bukan pisau yang digunakan pelaku serta satu buah batu yang diduga digunakan pelaku untuk memukul korban.

"Untuk saksi-saksi yang telah diperiksa sebanyak lima orang. Namun untuk siapa pelakunya belum diketahui karena masih penyelidikan," paparnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved