Human Interest Story

Empat Hari Dibawa Kabur Layani Nafsu Sopir

Selama empat hari dibawa kabur, DS (10) dipaksa melayani nafsu bejat Supriyono.

Empat Hari Dibawa Kabur Layani Nafsu Sopir
SRIPO/AHMAD FAROZI
DIAMANKAN - Tersangka pemerkosaan, Supriyanto (diapit petugas) diamankan di Satreskrim Polres Musirawas 

SELAMA empat hari dibawa kabur, DS (10) dipaksa melayani nafsu bejat Supriyono. Setelah itu pelaku menyuruh DS menelpon bibinya mengatakan seolah-olah berada di Pekanbaru (Riau) dan akan dikirim oleh seseorang ke Batam. DS kemudian disuruh minta uang kepada bibinya untuk ongkos pulang.

*****
KASUS melarikan anak dibawah umur disertai pemerkosaan terjadi di Kabupaten Musirawas (Mura). Korbannya DS (15), yang dibawa kabur oleh Supriyanto (32), warga Desa C Nawangsasi Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musirawas selama empat hari. Dalam kurun waktu tersebut, DS dipaksa melayani nafsu bejat Supriyanto.

Peristiwanya bermula ketika Supriyanto yang berprofesi sebagai sopir mengajak DS kabur pada 2 Agustus 2019. DS yang tinggal dengan bibinya mau saja ketika dijemput, lalu ikut bersama Supriyanto. Oleh Supriyanto, DS diajak ke kamar sewaan yang biasa disewa oleh pasangan bukan suami isteri untuk berbuat mesum.

Dalam kamar tersebut, Supriyanto kemudian merayu DS dengan mengatakan bahwa dia cantik sekali. Sambil merayu, Supriyanto menggerayangi tubuh DS, hingga akhirnya terjadilah persetubuhan diantara keduanya. Berhasil dengan aksi pertamanya, Supriyanto ketagihan dan kemudian mengulangi perbuatannya menyetubuhi DS sebanyak empat kali di kamar sewaan itu. Kejadian serupa kembali diulangi ditempat lain, yaitu disebuah rumah bedeng, dalam kurun waktu empat hari.

Mirisnya, selama empat hari kabur dari rumah bibinya, DS disuruh oleh Supriyanto untuk menelpon bibinya dan diminta mengatakan kalau dia sedang berada di Pekan Baru, Riau dan akan dikirim oleh seseorang ke Batam. DS kemudian disuruh meminta uang kepada bibinya untuk ongkos pulang ke kampung dan diminta kirim melalui transfer rekening.

Namun upaya Supriyanto menyuruh DS meminta uang kepada bibinya tak berhasil. Karena Supriyanto takut nomor rekeningnya dapat dilacak oleh bibi DS. Hingga akhirnya, setelah empat hari membawa kabur, Supriyanto kemudian mengantar DS pulang ke rumah bibinya dengan cara di berhentikan di pinggir jalan dekat rumah bibinya. Setelah sampai di rumah bibinya, DS kemudian menceritakan semua yang dialaminya bahwa dia telah disetubuhi oleh Supriyanto selama empat hari pergi tersebut.

Mendengar penuturan DS, bibinya kontan kaget lalu melapor kepada orang tua DS untuk kemudian melapor ke polisi dengan dasar laporan LP / B- 79 /VIII/ 2019 / SS /Mura, tgl 07 Agustus 2019.

Kapolres Musirawas AKBP Suhendro melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu Setyo Pranoto mengungkapkan, berdasarkan laporan tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan keberadaan pelaku. Dan pada Kamis (22/8), keberadaan pelaku diketahui lalu dilakukan penangkapan.

Pelaku ditangkap di Desa C Nawangsasi Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musirawas. Saat ditangkap, pelaku tidak melawan dan kemudian diamankan di Kantor Polres Musirawas," kata AKP Wahyu Setyo Pranoto kepada Sripo, Kamis (22/8).

Dikatakan, atas perbuatannya, pelaku dapat dikenai tindak pidana persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak dibawah umur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 dan atau Pasal 82 Undang-Undang RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (zie)

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved