Human Interest Story

Tinggalkan Klinik Jemput Bola Obati Masyarakat - Pengabdian Pasutri Dokter Bedah Plastik

Bukan sekedar melakukan pendataan, tetapi suami dan isteri ini juga melakukan pengobatan secara gratis.

Tinggalkan Klinik Jemput Bola Obati Masyarakat - Pengabdian Pasutri Dokter Bedah Plastik
TRIBUN SUMSEL.COM/M ARDIANSYAH
dr Iqmal Ferlianta SpBp RE dan dr Pipit Hendriyani SpBp RE, pasangan suami istri spesialis bedah plastik 

PASANGAN dokter yang sama-sama berlatar belakang spesialis bedah plastik, dr Iqmal Ferlianta SpBp RE dan dr Pipit Hendriyani SpBP RE, ternyata tidak segan untuk sementara waktu meninggalkan klinik yang mereka miliki. Adapun tujuannya adalah turun langsung ke sejumlah lokasi untuk mencari penderita bibir atau langit-langit sumbing.

Bukan sekedar melakukan pendataan, tetapi suami dan isteri ini juga melakukan pengobatan secara gratis. Keduanya bahkan memiliki tim khusus untuk mencari penderita bibir dan langit sumbing supaya tidak ada yang terlewat.

"Kami punya klinik di Palembang, tetapi kami juga tidak ingin ilmu yang kami peroleh hanya sia-sia. Kami ingin ilmu yang kami miliki bisa bermanfaat bagi orang yang kurang mampu dari sisi ekonomi. Makanya, kami sering melakukan operasi bibir sumbing dan langit-langit sumbing bagi orang yang kurang mampu," ujar dr Iqmal, yang ditemui usai memeriksa pasiennya di rumah singgah, Rabu (21/8).

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir setidaknya sudah ada sekitar 1.800 lebih pasien bibir sumbing dan langit-langit yang sudah dioperasi secara gratis. Pasien-pasien yang dioperasi ini, tidak hanya datang dari Palembang saja. Akan tetapi pasien yang juga dari seluruh wilayah Sumsel bahkan luar Sumsel.

Tak jarang, tim relawan yang dibentuk juga mendatangi atau jemput bola bila ada pasien yang berada di pelosok desa untuk dijemput. Pasien yang didatangi diberikan penjelasan untuk dilakukan operasi secara gratis di Palembang. Bila tidak ada tempat tinggal di Palembang, pasien bersama keluarganya bisa menginap di rumah Singgah Umi Romlah yang didirikan dr Iqmal dan dr Pipit.

"Hidup ini bukan hanya mengejar materi, saya dan istri berprinsip bagaimana kami bisa bermanfaat untuk masyarakat yang kurang mampu sesuai ilmu yang kami miliki. Makanya kami berkomitmen untuk mengabdikan diri untuk sosial," ungkapnya.

Menurutnya, baru-baru ini pihaknya mendapat data setidaknya ada 40 warga terutama anak-anak yang mengalami bibir sumbing dan langit-langit sumbing di wilayah Muba. Tim sudah mendatangi beberapa orang yang mengalami bibir sumbing dan langit-langit sumbing dan dibawa ke Palembang untuk dioperasi.

Setelah menjalani operasi, tim akan mengantarkan kembali ke rumah mereka. Tim ini juga akan menjemput kembali beberapa warga yang mengalami hal serupa untuk menjalani operasi. Tindakan operasi yang dilakukan, karena masih kurang pekanya Dinas Kesehatan di sana ketika diajak untuk berkoordinasi guna melakukan operasi gratis bagi masyarakat disana.

"Kami tidak ingin pamer atau apa. Kami hanya ingin mengetik hati para pemimpin di daerah, bila ada masyarakat mereka butuh bantuan. Kami siap membantu tenaga dan peralatan, tetapi pihak daerah juga harus membantu untuk tempatnya," ungkapnya.

Lanjut dr Iqmal, karena jarangnya dukungan dari pemerintah setempat membuatnya terkadang mengambil keputusan sendiri untuk menyuruh timnya membawa pasien dari daerah ke Palembang. Sehingga, bisa cepat dilakukan operasi agar tidak timbul kekecewaan dari pasien dan keluarganya. (ardiansyah/ts)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved