Human Interest Story

Ponira tak Tega Lihat Kondisi Rahmadi

Kondisi demikian sudah terjadi sejak Almarhumah Nyami (50) orang tua angkat Rahmadi meninggal dunia pada tahun 2016 lalu.

Ponira tak Tega Lihat Kondisi Rahmadi
SRIPO/REIGAN RIANGGA
Rahmadi (17) warga Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi saat dilarikan ke RSUD PALI lantaran mengalami gizi buruk. 

SUDAH tidak tahan melihat penderitaan Rahmadi (17), yang dikurung orangtuanya dalam kandang sejak tiga tahun terakhir, Ponira (75) yang tak lain tetangga dekat rumahnya di Desa Sungai Baung Kecamatan Talangubi, Kabupaten PALI (Penungkal Abab Lematang Ilir) memberanikan diri mendobrak kandang yang terkunci dari luar itu, dan membawanya ke RSUD PALI, Rabu (21/8/2019). Pria yang belakangan diketahui memiliki gangguan keterbelakangan mental sejak lahir dan tuna wicara ini, kondisinya memprihatinkan sehingga perlu diselamatkan.

Sumber sripo menyebutkan, Rahmadi sebelumnya tidak dibesarkan oleh kedua orangtuanya Br dan Wn, tetapi sejak kecil sudah diasuh oleh orangtua angkatnya dan dibawa ke Jawa. Namun sejak 2016 lalu atau saat usia Rahmadi memasuki 14 tahun, ia dikembalikan ke Br dan Wn karena orangtua angkatnya meninggal dunia. Saat dikermbalikan ke orangtuanya itu, kondisi Rahmadi sehat dan bisa berjalan. Hanya saja, memang ia sedikit mengalami keterbelakangan mental, tetapi tidak menganggu seperti orang mengalami gangguan jiwa.

Diduga faktor kemiskinan, sehingga Rahmadi sering dipukul dan tidak boleh tidur di dalam rumah. Bahkan, ditinggalkan di bawah pohon pisang. Terakhir, Rahmadi dibuatkan rumah, bak seperti kandang kambing sebagai tempat dia tidur dan disana juga menjadi tempat makan dan MCK/BAB. Kondisi itu berlangsung selama tiga tahun. Kondisi itu diperparah, lantaran tempat Rahmadi dikurung di kunci dari luar, sehingga tempat makan saat diberi orangtuanya menjadi satu dengan tempat buang air baik air kecil maupun buang air besar. Dari hari ke hari, Rahmadi sakit dan mengalami gizi buruk.

Melihat kondisi itu, Ponira yang iba dengan nasib Ramahdi, ia mencoba mengeluarkan Rahmadi dari kandang dan membawanya ke rumah sakit, "Kasihan, selain dikurung, dia (Rahmadi) juga kerap dipukuli oleh orangtuanya," kata Ponira (75) tetangga Rahmadi dijumpai di RSUD PALI.

Menurutnya, kondisi demikian sudah terjadi sejak Almarhumah Nyami (50) orang tua angkat Rahmadi meninggal dunia pada tahun 2016 lalu. Lantaran, Rahmadi sejak kecil sudah diasuh orang tuaangkatnya dan tinggal di Pulau Jawa sebelum dipulangkan ke orang tua kandungnya di Desa Sungai Baung. Sebelum dikurung, lanjutnya, Rahmadi juga ditinggalkan di bawah pohon pisang.

"Kami tidak tega, melihat Rahmadi makan dan BAB ditempat yang sama. Saat kami lihat kondisinya semakin memprihatinkan kami berinisiatif langsung membawa ke rumah sakit," jelas Ponira, sambil meneteskan air mata.

Sementara, dr Fadly yang memberikan perawatan darurat terhadap Rahmadi di RSUD Talang Ubi berkata, bahwa pihaknya sudah melakukan perawatan dan melakukan pengecekan terhadap gizi yang dialami Rahmadi.

"Untuk penanganannya nanti akan dialihkan ke dokter ahli gizi. Sementara itu kita sudah berikat nutrisi sesuai dengan asupan gizinya," ungkap dr Fadly.

Menurutnya, dengan berat serta tinggi badan Rahmadi saat ini memang tidak sesuai untuk anak berusia 17 tahun. "Dari itu, pola gizi serta perawatan sangat penting dilakukan. Selain pemulihannya membutuhkan waktu lama," ungkapnya. (cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved