Nongki-nongki Boleh tapi Sambil Membaca

Sebab buku itu gudang ilmu tapi kunci untuk membukanya adalah dengan membaca.

Nongki-nongki Boleh tapi Sambil Membaca
ISTIMEWA
Ilustrasi 

MENURUT kalian apa pentingnya membaca? Kenapa dengan membaca ini kok seolah-olah jadi hal yang prioritas. Ini sedikitnya dua pertanyaan dari sejumlah pertanyaan alasan orang untuk membaca. Asisten 3 Pemprov Sumsel Edward Juliartha memiliki jawaban tersendiri dari pertanyaan tadi.

*****
Edward mengatakan, tidak bisa tidak dengan membaca ini diharapkan apa yang dinamakan tabir ilmu bisa dibuka. Sebab buku itu gudang ilmu tapi kunci untuk membukanya adalah dengan membaca. Jadi bagaimana diri kita bisa masuk gudang ilmu kalau tidak ada kuncinya. Nah cara membukanya ya dengan membaca.

"Kita ini butuh perubahan, tolong dong Anda tuh sadar kalau membaca ini jadi habit (kebiasaan). Karena dengan membaca kita bisa melakukan banyak lompatan-lompatan kedepan. Memang kita bisa belajar lewat pengalaman tapi membaca dan berbagi pengalaman," ujarnya pada Sosialisasi Pembudayaan gemar membaca bagi siswa SMA di aula Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Rabu (21/8).

Dia juga mengatakan, di tengah kemajuan zaman yang ditandai dengan gawai (gadget) semakin canggih, maka agar anak-anak muda tidak malas membaca bisa memanfaatkan e-Book (buku elektornik) yang bisa dipakai lewat smartphone.

"Bukan medianya atau alatnya yang penting itu apa yang dibaca. Yang jadi susah ini sudah malas baca smartphone digunakan yang kerjaan yang tidak penting," katanya.

"Dan sebagai muslim ya adalah sangat mutlak untuk membaca itu, iqro, baca. Kita beribadah tanpa ilmu rasanya tidak pas, ada ilmu tapi tidak beribadah tambah salah. Ilmu itu ada ya lewat membaca," ujarnya.

Dia juga menyarankan bagi yang malas membaca dengan cara buka atau dirikan komunitas. "Saat ini zaman milenial anak-anak lebih suka kumpul-kumpul di kafe, nongki. Dengan nongki-nongki ini boleh, tidak ada masalah selagi sarana sosialiasasi tapi dengan nongki itu kan bisa dimanfaatkan dengan membaca, membedah buku bersama teman," jelasnya.

Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel Mislena mengatakan, sebenarnya kegiatan ini di tahun sebelumnya sudah menjadi agenda tahunan. "Namun untuk saat ini sedang digalakkan kembali karena di Dinas Perpustakaan untuk kegemaran membaca ada bidangnya sendiri untuk saat ini, namanya sub bidang kegemaran membaca," katanya.

Dia melanjutkan bahwa memang sudah dianggarkan dan pihaknya juga sudah mendapat bantuan dari perpustakaan nasional berupa mengadakan kegiatan safari gerakan membaca (dari perpustakaan nasional) ke daerah-daerah termasuk di perpustakaan daerah Sumsel seperti hari ini.

Terkait kegemaran membaca di kalangan anak-anak Sumsel, menurut Mislena
masih cukup baik. "Pandangan saya untuk kegemaran membaca ini sebenarnya terbentur fasilitasnya yang harus diperbaiki dan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat kita," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved