Human Interest Story

Makelar CPNS Mengaku Pernah Meloloskan 50 Pelamar

Saat menjadi makelar bagi 5 orang CPNS tahun 2018 lalu dengan memungut dana Rp 50 juta hingga Rp 100 juta, tidak satupun yang lolos.

Makelar CPNS Mengaku Pernah Meloloskan 50 Pelamar
SRIPOKU.COM/ANDYKA WIJAYA
Makelar rekrutmen CPNS, Wulan Purnama Sari (41) diamankan oleh Reskrim Unit Pidsus Polresta Palembang, Selasa (20/08). 

MENJADI makelar rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diakui oleh Wulan Purnama Sari Am.Kep SH (41) dilakukannya sendiri. Bahkab Wulan menyebutkan, dia pernah menggolkan (meloloskan) hingga 50 orang menjadi CPNS antara Tahun 2008 hingga 2012. Namun nasib apes menghampiri dirinya.

Saat menjadi makelar bagi 5 orang CPNS tahun 2018 lalu dengan memungut dana antara Rp 50 juta hingga Rp 100 juta, namun tidak satupun yang lolos alias gagal. Akibatnya, korban CPNS mengadukan kasus penipuan tersebut ke Polresta Palembang.

Jajaran Reskrim Polresta Palembang Unit Pidana Khusus (Pidsus) setelah melakukan penyelidikan, akhirnya menangkap seorang makelar calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Sumatera Selatan.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidsus Iptu Hari Dinar, Selasa (20/08) mengatakan anggotnya telah menangani kasus rekrutmen CPNS itu.

"Pelaku atas nama Wulan Purnama Sari Am.Kep SH (41) dulu merupakan PNS khusus bagian rekrutmen di Kemenkumham dan telah melakukan penipuan kepada CPNS," kata Iptu Hari Dinar.

Dijelaskan, saat ini Wulan Purnama Sari yang telah diamankan itu tidak lagi bekerja sebagai PNS di Kemenkumham, dan kasus penipuan kepada CPNS itu berlangsung sejak Tahun 2008 sampai 2012. Pelaku dalam kasus penipuan CPNS ini menjalani hukuman penjara satu tahun dan dijalani selama enam bulan di Lapas Wanita.

"Dia (Wulan,Red) sebelumnya ditangkap Tahun 2018 dan ditahan (dihujum penjara) enam bulan. Setelah dia keluar dari Lapas Wanita hari ini (Selasa kemarin,Red) kita tangkap lagi. Sebab ternyata ada lagi laporan yang sama di tahun itu. Ada lima laporan kepada kami," tegas Iptu Hari Dinar.

Ditambahkan, pelaku Wulan Purnama Sari ini sebelumnya telah menerima uang hingga ratusan juta dari peserta CPNS. Sebab dari lima korban yang melapor ada yang menyetor uang Rp 50 juta, Rp 60 juta, Rp 80 juta hingga Rp 100 juta.

"Jadi ada lima korban, hingga kini sudah kita tangani 3 korban," jelasnya seraya menyebutkan, motifnya pelaku menawarkan kepada calon korban dapat membantu untuk bekerja sebagai PNS tanpa test dengan syarat menyiapkan sejumlah uang.

Akhirnya korban tertarik untuk mengurus anaknya menjadi CPNS dengan menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku. Kemudian pelapor memeberikan SK dan Surat tugas palsu. Setelah dikroscek ternyata SK dan Surat tugas tersebut palsu. Kepolisian tidak mengungkapkan nama-nama lima korban yang melapor terakhir itu, dengan alasan untuk kepentingan penyidikan.

Menyinggung apakah ada keterlibatan oknum pejabat setempat, menurut Iptu Hari Dinar sejauh ini tidak ada, karena pelaku Wulan mengaku sendirian dalam melakukan penipuan CPNS itu.

"Pelaku bilang setor dana ke pejabat itu bohong, karena sudah kita sidik tidak ada. Apa lagi ini kasus sudah berjalan lama, kita juga sudah menyelidiki ke instansi tersebut tapi yang bersangkutan pelaku tunggal," tegasnya.

Sedangkan Wulan Purnama Sari ketika dibincangi Sriwijaya Post mengatakan, awalnya dia iseng saja memungut uang tersebut. Wulan bahkan memgaku pernah meloloskan 50 CPNS di Kemenkumham. Namun yang terakhir lima orang gagal sehingga kasusnya terbongkar.

"Saya juga sudah berhenti dari PNS,yang disidik ini merupakan kasus lama. Sebenernya sudah saya mau kembalikan uangnya tapi mereka (korban) tidak mau. Karena itulah saya di tahan kemarin dulu itu. Nah (setelah keluar penjar) ini ada lagi yang melapor, memang masih ada korban yang saya tipu," tandasnya sambil menutupi muka. (andyka wijaya)

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved