Gubernur Sumsel Bantu Pasarkan Hasil Kerajinan Anak-Anak LP Pakjo, 7.723 Napi di Sumsel Dapat Remisi

Gubernur Sumsel Bantu Pasarkan Hasil Kerajinan Anak-Anak LP Pakjo, 7.723 Napi di Sumsel Dapat Remisi

Gubernur Sumsel Bantu Pasarkan Hasil Kerajinan Anak-Anak LP Pakjo, 7.723 Napi di Sumsel Dapat Remisi
HUMAS PEMPROV SUMSEL
Gubernur Sumsel Herman Deru melakukan penandatangan antara Pemprov Sumsel dan Kakanwil Menkumham Sudirman D. Hury, tentang pembinaan dan pemenuhan hak anak yang berhadapan dengan hukum kemudian dilanjutkan pemberian santunan bagi penerima remisi oleh Gubernur. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tak hanya mengapresiasi kinerja jajaran Kemenkumham yang berhasil meningkatkan prestasi- prestasi keluarga binaan LPKA Pakjo Palembang. Gubernur Sumsel H.Herman Deru bahkan tertarik membantu pemasaran aneka produk hasil kerajinan anak-anak tersebut.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri Pemberian Remisi dalam rangka peringatan ke 74 Kemerdekaan RI di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Pakjo Palembang, Sabtu (17/8) siang.

Secara umum kata Herman Deru, dirinya sudah melihat bahwa anak-anak yang berada di lapas binaan ini sudah mendapatkan didikan, binaan serta dibekali ilmu yang baik.

"Saya melihat lapas ini adalah dengan ruang lingkup yang terbatas namun dari segi pendidikannya mereka tidak terbatas sama saja dengan anak-anak diluar sana mereka di didik dan dibina.

Mudah-mudahan anak-anak kita (keluarga binaan) setelah habis masa hukumannya dapat diterima di masyarakat sebagaimana masyarakat umumnya. Karena setelah kembali ke masyarakat mereka telah dibekali ilmu yang baik bahkan ilmu keterampilan yang belum tentu didapat oleh anak diluar sana,"katanya.

Sakit Parah, Raffi Ahmad Diendorse Berobat di Rumah Sakit Mahal, Aksi Suami Nagita Slavina Disoroti

Perayaan 17 Agustus, SMK PP Negeri Sembawa Adakan Lomba Memasak Nasi Goreng Khas Sembawa

Dicap Sosok Pemberi Inspirasi, Riset I2 Sebut Susi Pudjiastuti Menteri Paling Berpengaruh di Twitter

Melihat hasil keterampilan yang di buat oleh para keluarga binaan, Gubernur Sumsel Herman Deru meminta untuk dipromosikan agar kedepan barang -barang hasil kreatifitas yang berada di dalam sini itu dapat dipasarkan sehingga menjadi ajang pelatihan bagi mereka ketika nanti mereka keluar dari LP.

Akan lebih baik jika anak-anak tersebut bisa menjadi wirausahawan tergabung UMKM usai menjalani masa hukumannya.

"Keterampilan-keterampilan dengan memiliki produk salah satu tanjak yang dihasilkan oleh anak-anak lapas. Saya intruksikan kepada seluruh Dinas terkait baik dari Provinsi, Kabupaten/Kota untuk menjadikan ini mitra untuk dapat diproduksi seperti bahan- bahannya termasuk nanti menjualnya. Saya apresiasi kepada Kemenkumhan yang telah memberikan terbaik terhadap keluaraga binaan,"ungkapnya.

Tak hanya itu, sebagai Lapas pertama di Sumsel yang memiliki Rumah Taufidz, dirinya menginginkan kegiatan belajar mengajar khususnya belajar tulis alqruan dapat berjalan optimal sehingga nantinya keluarga binaan dapat memberikan berprestasi di ajang lebih tinggi bahkan bisa menjadi Qori-Qoriah.

Kenakan Baju Adat Musi Banyuasin, Penampilan Istri Tito Karnavian Upacara di Istana Negara Disoroti

Lafadz Bacaan Adzan dan Iqomah, Lengkap dengan Latin, Arti dan Cara Menjawab serta Doa Sesudahnya

Karyawan Hotel di Baturaja Ini Tewas Kesetrum, di Hotel Tempat Pasukan Pengibar Bendera Menginap

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Sudirman D. Hury mengatakan bahwa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan anak didik yang diberikan Remisi Umum dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2019 yang ke 74 adalah yang memenuhi persyaratan diantaranya

Halaman
12
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved