Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Spiritualitas Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Tidak sulit melihat kaitan proses perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan peran ulama, para santri, semangat keagamaan dan spiritualitas Islam.

Tayang:
Editor: Salman Rasyidin
ist
DR. Abdurrahmansyah 

Spiritualitas Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

DR. Abdurrahmansyah

 Dosen UIN Raden Fatah Palembang

Tidak sulit melihat kaitan proses perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan peran ulama, para santri, semangat keagamaan dan spiritualitas Islam.

Hampir di semua daerah di In­do­ne­sia memiliki kisah-kisah heroik yang diperankan tokoh-tokoh agama atau ulama bahkan ada di­antaranya ditetapkan sebagai pahlawan kemerdekaan seperti Imam Bonjol, Cik Di Tiro di Padang, Diponegoro,KH. Hasyim Asy’ari di Jawa, K.H.Syami’un di Banten, KH. Noer Ali di Makasar, Syekh Yusuf al-Makasari yang berjuang di beberapa wilayah di Indonedia sam­pai ke Afrika dan seterusnya.

Bahkan di Palembang dalam bait-bait syair Perang Palembang (perang Menteng) 1819 di­gam­barkan betapa sosok Kemas Said -- juga seorang ulama menunjukkan sikap anti penjajah dan melakukan aksi kepahlawanan melawan tentara Belanda sampai syahid.

Selain Kemas Sa­id terdapat juga sosok Syekh Haji Zen --gugur dalam pertempuran perang Palembang.

Spirit anti kolonial ini secara internasional juga digerakkan bersama-sama oleh para jamaah haji dari seluruh dunia saat berada di Mekkah seiring dengan keinginan semua negeri-negeri muslim untuk lepas dari cengkeraman penjajah Barat.

Semangat anti penjajah memang sejak awal ditanamkan di kalangan pesantren dan majelis-majelis pengajian para ulama sehingga membentuk sebuah karakter perlawanan yang sangat massif dari kalangan santri untuk membenci dan menolak keberadaan bangsa asing di negeri ini.

Seiring dengan perkembangan waktu, sering terjadi pecah kontak fisik antara para santri de­ngan tentara Belanda di beberapa wilayah.

Biasanya pesantren pada saat itu sekaligus berfungsi sebagai markas perjuangan kaum santri dan masyarakat muslim, sedangkan sang kiai merupakan aktor intelektual di belakang berbagai peristiwa perlawanan tersebut.

Ulama dan Semangat Perjuangan Kemerdekaan

Pengertian ulama secara generik mengacu pada arti orang-orang berilmu yang me­rupakan pemuka agama atau pemimpin agama yang bertugas untuk mengayomi, membina dan mem­bi­m­bing umat Islam baik dalam masalah-masalah agama maupun masalah sehari-ha­ri yang diperlukan baik dari sisi agama maupun sosial kemasyarakatan.

Ulama adalah so­sok yang dipanuti, disegani, diteladani, dan sangat dihormati oleh masyarakat.

Ulama di­pan­dang seba­gai orang suci yang mampu membimbing spiritualitas umat menuju pencerahan jiwa dan pengampunan Tuhan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved