Imbas Siklon Lekima, Awan Hujan Lari ke Jepang; Cuaca Panas Plus Angin Kencang

Siklon Lekima yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan suhu panas dan angin kencang menerpa kawasan Sumsel. Kondisi ini memperburuk upaya pem

Imbas Siklon Lekima, Awan Hujan Lari ke Jepang; Cuaca Panas Plus Angin Kencang
Istimewa
Ilustrasi - Imbas Siklon Lekima, Awan Hujan Lari ke Jepang; Cuaca Panas Plus Angin Kencang, Perburuk Pemadaman Kebakaran Hutan.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Siklon Lekima yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan suhu panas dan angin kencang menerpa kawasan Sumsel. Kondisi ini memperburuk upaya pemadaman kebakaran hutan akibat gagalnya pembentukan awan hujan.

Saat ini, siang akan terasa lebih panas dan kering. Akan tetapi, pada malam hari akan terasa berbeda. Malam hari, suhu udara akan terasa lebih dingin karena pelesapan uap panas langsung ke angkasa tanpa ada halangan dari awan.

Awan Hujan Mendekati Wilayah Sumsel

BMKG Prediksi Sumsel 3 Hari Kedepan Diguyur Hujan, Pandangan Terganggu Pengendara Dihimbau Waspada

Tetapi, pada siang hari akan terasa lebih panas karena penyebabnya sinar matahari langsung ke bumi, lantaran tidak adanya halangan awan di langit. Sehingga, siang hari suhu akan terasa lebih panas ketimbang pada malam hari.

"Berbeda saat hujan, karena banyaknya awan di langit membuat pelepasan panas ke angkasa terhalang awan. Sehingga, pada malam hari akan terasa gerah. Itu perbedaannya saat ini, karena awan tidak menghalangi pelepasan uap panas ke angkasa," jelas Kepala BMKG Kenten Palembang P Nuga, Kamis (15/8/2019).

Kecilnya kemungkinan hujan saat ini, karena adanya siklon tropis Lekima di laut Jepang bagian tenggara. Hal ini, menyebabkan uap air yang ada di Indonesia khususnya Sumatera bagian selatan berdampak atas siklon ini. Sehingga, uap air yang akan membentuk awan penghujan terbawa semua ke siklon ini.

Terlebih, karena angin yang berada di atas langit sangat kencang membuat penarikan awan juga sangat cepat. Siklon Lekima ini, biasanya berlangsung selama seminggu. Namun, dengan berakhirnya siklon ini bisa membuat angin kembali normal dan uap air yang membentuk awan penghujan tidak terbawa cepat.

"Diharapkan dan kita sama-sama berdoa, selesainya siklon ini bisa membuat pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumsel. Mudah-mudahan saja, Sumsel turun hujan dalam beberapa minggu ke depan," ungkapnya.

Disisi lain, Satgas Karhutla Sumsel saat ini terus melakukan pemadaman karhutla di wilayah Bayung Lencir Muba yang dua hari lalu terbakar. Setidaknya, tiga helikopter water bombing masih dikerahkan untuk memadamkan kebakaran yang terjadi.

"Ada dapat bantuan dua helikopter dari perusahaan untuk memadamkan dari udara. Saat ini, satgas masih terus memadamkan melalui udara dan darat, membuat sekat kanal dan membawa alat pemadam darat," ujar Kabid Penanganan Pendaruratan BPBD Sumsel Anshori.

Satgas Karhutla Sumsel, lanjut Anshori masih terus berjibaku untuk memadamkan kebakaran di Bayung Lencir Muba. Diharapkan, kebakaran di Bayung Lencir Muba bisa padam dan tinggal melakukan pendinginan.

"Dari laporan BMKG, memang ada siklon yang membuat awan penghujan terbawa ke sana. Tetapi, mudah-mudahan siklon ini bisa cepat usai dan bisa membentuk awan penghujan," ungkapnya.

Ketika disinggung persiapan dari subsatgas doa yang ada di satgas Karhutla, menurutnya saat ini subsatgas doa sudah meminta kepada seluruh pondok pesantren yang ada di Sumsel mengadakan doa agar Tuhan dapat menurunkan hujan.

Nantinya, subsatgas doa juga akan melaksanakan doa bersama yang bertujuan untuk meminta kepada Tuhan agar di Sumsel dapat diturunkan hujan. Sehingga, karhutla di wilayah Sumsel nantinya tidak akan bertambah parah. (ard)

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved