Berita OKI
Momen HUT ke-74 RI, Petani Karet di OKI Berharap Bisa Merasakan Kemerdekaan Harga Karet
Menjelang HUT ke-74 Kemerdekaan RI para petani karet mengharapkan dapat merasakan juga kemerdekaan harga karet.
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang selalu bersamaan dengan musim kemarau jelas membuat resah sebagian masyarakat.
Kemarau sangat berdampak pada perekonomian karena sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani yang komoditas tanamannya sangat bergantung pada kondisi air hujan.
Musim kemarau biasanya menyebabkan masa paceklik yakni penurunan hasil pertanian, hal ini seperti yang dirasakan petani karet Kabupaten OKI atau kabupaten Ogan Komering Ilir.
Murtina salah seorang petani karet asal Desa Ciptasari, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten OKI merasakan getah karet yang berkurang karena musim kemarau.
• Pembunuhan Nenek Suwarti di Desa Benakat Kabupaten PALI Tahun 2016 Terungkap, Ini Kronologisnya
• Hasil Rapat Pleno Terbuka KPU, Partai Gerindra Kembali Pimpin DPRD Kabupaten Muratara
• Mahyadi Pangabean Mantan Pemain Sriwijaya FC Pimpin Laskar Ranggonang Muba Arungi Liga 3 Tahun 2019
"Kemarin itu sampai beberapa bulan daun karet lagi masa gugur jadi getahnya cuman sedikit, nah sekarang lagi puncaknya musim kemarau ditambah lagi daun karet muda jadi makin kurang getahnya," katanya saat diwawancarai Tribunsumsel, Selasa (12/8/2019).
Harga karet masih normal berkisar di angka 7.500 hingga 7.700 perkilo.
"Jika dibanding bulan kemarin yang harga karetnya hanya 6.000 perkilo, untuk bulan ini masih mending lah," ucapnya.
Menjelang Kemerdekaan RI para petani karet mengharapkan dapat merasakan juga kemerdekaan harga karet.
"Harapannya dari HUT Indonesia yang ke 74 nanti kami para petani karet juga bisa merasakan kemerdekaan harga karet seperti dulu yang bisa tembus 20.000 perkilo, bisa merasakan harga karet di atas 15.000 saja sudah bisa mengangkat ekonomi keluarga," ujarnya.