Berita OKI
Marbot Masjid Agung Solihin Kayuagung Ini Sisihkan Uang Honornya untuk Berkurban
Meski hidup berkecukupan, belum tentu semua orang yang mampu mau berkurban karena ibadah kurban membutuhkan keihklasan.
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Tepat pada hari ini umat muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha 1440 Hijriyah, untuk merayakannya tak luput dari proses pemotongan hewan kurban.
Anjuran berkurban berlaku untuk setiap muslim yang mampu dan berlaku satu kali dalam setahun, sebagai manifestasi mendekatkan serta beribadah kepada Allah SWT.
Berkurban dengan menyembelih sapi, kerbau, kambing atau pun domba di hari Raya Idul Adha bukanlah hal yang sulit bagi mereka yang berada.
Namun demikian, meski hidup berkecukupan, belum tentu semua orang yang mampu mau berkurban karena ibadah kurban membutuhkan keihklasan
Dengan keihlasan dan kerja keras pulalah A Rahman bin M Sahri, Marbot masjid asal Kayuagung OKI ini mampu berkurban sapi pada Idul Adha tahun 1440 H ini, bukan hanya sekali ini, Idul Adha tahun lalu Rahman pun telah berkurban sapi
Ditemui usai sholat ied di Masjid Agung Sholihin Kayuagung, Minggu (11/8/2019) dan ditanya alasannya berkurban, Rahman hanya melempar senyuman kecil dengan anggukan, menandakan bahwa niat untuk berkurban tidak ingin diketahui banyak orang.
Setelah diyakinkan bahwa dia dapat menginspirasi orang lain untuk berkurban, Rahman baru mau bercerita.
Keseharian bapak dari 3 (tiga) orang anak ini bertugas sebagai marbot Masjid Agung Sholihin Kayuagung, Rahman bertugas setiap hari dan malam.
Waktu kerjanya 5 (lima) waktu sesuai dengan waktu sholat. Bila sedang tidak bertugas di masjid, dia berprofesi sebagai tukang ojek, Sekitar pukul 07.00 dia berangkat narik ojek hingga pukul 11.00.
Mendekati sholat dhuzur dia kembali ke rumah untuk bersiap-siap membersihkan masjid.
"Kalau ngojeknya cuma sebentar karena harus segera ke masjid" ucapnya.
Rahman mengungkapkan senang menjadi seorang marbot masjid selain bisa sholat berjama’ah lima waktu di masjid dia ingin mencari amal dengan membersihkan masjid.
"Saya hanya ingin mencari berkah di Masjid ini. Oleh pengurus Masjid saya Alhamdulilah diberi honor tiap bulan" jelasnya.
Dari honor marbot tiap bulan itulah tuturnya dia sisihkan untuk ikut arisan kurban.
"Saya bilang ke pak H. Adam (bendahara masjid Agung Sholihin) honor saya dipotong saja untuk arisan kurban kalau ada sisanya untuk di rumah," ujarnya.