Satgas Sulit Temukan Air, 257 Hektare Lahan di Sumsel Terbakar, Lokalisir Api dengan Pemotong Rumput

Ruas Jalan Tol Palindra yang menghubungkan Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir dikepung api akibat kebakaran lahan sejak Senin (5/8/2019) hingga Se

Tayang:
Editor: Bejoroy
PENDAM II/HO/SRIPO
PADAMKAN API --- Sejumlah anggota TNI Kodam II Sriwijaya yang tergabung dalam Tim Satgas Karhutla dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi kebakaran lahan Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan, Kab. Ogan Ilir (OI), Rabu (7/8/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ruas Jalan Tol Palindra yang menghubungkan Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir dikepung api akibat kebakaran lahan sejak Senin (5/8/2019) hingga Selasa (6/8/2019) malam.

Saat ini, tim gabungan Satuan Tugas Darat terus berupaya memadamkan api dengan mengerahkan ratusan personel gabungan Tim Terpadu Satgas Darat Karhutla.

Cegah Karhutla di Sumsel, Herman Deru Segera Kumpulkan Bupati dan Walikota

Video: Nyaris Dilalap Api Karhutla, Santri di Ponpes At Tauhid Ogan Ilir Ikut Padamkan Api

Melihat kondisi ini, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan memutuskan untuk meninjau langsung beberapa titik api di lokasi kebakaran di sekitar ruas jalan Tol Palindra KM 13, Rabu (7/8).

Saat melakukan peninjauan, Pangdam yang didampingi Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono, menjelaskan pada saat mengikuti rapat Rakornas Pengendalian Karhutla 2019 yang dipimpin Presiden RI di Istana Negara menginstruksikan agar seluruh kebakaran-kebakaran hutan maupun lahan wilayah Sumsel segera ditangani dengan baik.

“Pada hari ini saya langsung ke lapangan, meninjau lokasi ke beberapa titik kebakaran dalam proses pemadaman yang terjadi mulai tadi malam dan beberapa hari yang lalu. Seperti data dari BPBD bahwa di daerah Sumsel ini, lahan yang sudah terbakar sampai hari lebih kurang 257,9 hektar untuk Sumsel, ada yang di Ogan Ilir (OI), OKI dan di Pali," kata Pangdam.

Pangdam mengatakan, khusus di wilayah Indralaya dekat tol ini masih ada sisa-sisa kebakaran. Hari ini semua unsur dari Kepolisian dan pemerintah daerah langsung bertindak cepat untuk memadamkan api.

“Kami membantu Satgas yang dipimpin bapak Gubernur baik dari TNI maupun Polri dan dari BPBD untuk secepatnya melakukan pemadaman. Untuk pengendalian sendiri dari TNI dan Tim Terpadu Karhutla, menggunakan seluruh sarana dan prasarana yang ada misalkan alat potong rumput untuk melokalisir pemadaman dan menggunakan pompa," jelas pangdam.

Karena lokasi makin masuk ke dalam hutan dan daya jangkau semakin jauh, sehingga pemadaman juga digunakan helikopter Water Bombing (WB) yang disiapkan BNPB Pusat.

Untuk kendala yang dialami adalah air yang semakin lama semakin jauh. Karena udara cukup kering, sehingga yang selama ini mengambil air dari water boombing agak jauh sehingga butuh waktu. Selain itu, alat peralatan dan sumber air yang terbatas.

Saat ini dari Manggali Agni, masyarakat, BNPB, TNI dan Polri semuanya masih ada dilokasi kebakaran. Meskipun api telah padam, kepulan asap masih terpantau di beberapa titik. (ard)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved