Infrastruktur Sumsel Masih Bagus, Sumsel tidak Masuk Prioritas Perbaikan Infrastuktur Wisata

Belum lama ini, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ada lima objek wisata yang akan dibantu untuk memperbaiki infrastrukturnya. Dari lima ters

PALEMBANG - Belum lama ini, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ada lima objek wisata yang akan dibantu untuk memperbaiki infrastrukturnya. Dari lima tersebut, satu pun tidak ada yang berlokasi di Sumsel.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi, pembangunan infrastruktur di destinasi wisata Sumsel belum menjadi skala prioritas. Alasannya, karena dianggap sudah dan masih baik. Kemudian sekarang Kemenpar juga telah menetapkan beberapa daerah yang dinamakan 10 wilayah wisata Bali baru. Untuk Sumbagsel, yang masuk adalah Bangka-Belitung.

"Dan dari 10 wilayah Bali Baru, ini baru diambil 5 daerah skala prioritas. Insyaa Allah ke depan Sumsel akan masuk dalam kreteria yang lain," kata Audal, Rabu (25/7).

Aufa mengatakan, dalam pengembangan destinasi wisata Kementrian Pariwisata tentu telah mengelompokkan kriterianya. Kalau Sumsel sendiri sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata olahraga. Sebagai destinasi wisata olahraga fasilitas yang ada di Sumsel dianggap sudah dan masih baik.

Sedangkan terkait wacana untuk kerjasama dengan Babel menurut Aufa Pemerintah Provinsi Sumsel akan membangun kerjasama pengembangan wisata dan promosi potensi wisata bersama antara Sumsel dan Babel yang lebih dikenal dengan sebutan "Sister Province". Untuk wisata pantai Sumsel juga memiliki objek wisata pantai Pulau Maspari. Yang terletak di pesisir pantai Timur Kabupaten OKI.

"Selain itu nantinya kita juga akan mengembangkan wisata kereta gantung," bebernya.

Ia pun menjelaskan, bahwa Gubernur Sumsel mengimpikan kalau di Sumsel ini memiliki kawasan destinasi dilengkapi wahana untuk kereta gantung. Wisata kereta gantung ini nantinya tak hanya berjalan di atas, akan tetapi ada sesuatu yang dilihat atau disajikan oleh alam di lokasi tersebut. Misal setiap stasiun nantinya akan disajikan atraksi-atraksi yang dapat menghibur pengunjung, seperti yang ada di Genting Highland. Kemudian menurutnya, azas manfaat pembangunan kereta gantung wisata ini juga harus diperhatikan.

"Saat ini kita masih melakukan survey lokasi di dua daerah, yakni di kawasan Merapi Barat Kabupaten Lahat dan Gunung Dempo di Pagaralam. Akan tetapi kita harus benar-benar melalui study kelayakan terlebih dahulu, jadi tidak sembarang bangun. Karena ini kan investasinya besar," ungkapnya. (nda/ts)

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved