11 Macam Puasa dalam Islam, Mulai Wajib, Senin Kamis dan Puasa Nabi Daud, Ini Niat dan Tata Caranya

11 Macam Puasa dalam Islam, Mulai Wajib, Senin Kamis dan Puasa Nabi Daud, Ini Niat dan Tata Caranya

11 Macam Puasa dalam Islam, Mulai Wajib, Senin Kamis dan Puasa Nabi Daud, Ini Niat dan Tata Caranya
Istimewa
11 Macam Puasa dalam Islam, Mulai Wajib, Senin Kamis dan Puasa Nabi Daud, Ini Niat dan Tata Caranya 

نوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ لِكَفَارَةِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Artinya:
“Saya niat puasa esok untuk melaksanakan kifarat (dalam hati menyebut puasa kifaratnya ) fardu karena Allah ta’ala.

Puasa di atas merupakan puasa wajib hukumnya dan apabila tak dilaksanakan akan berdosa.

Puasa-Puasa Sunnah:

4. Puasa Arafah

Ibadah puasa sunnah yang dikerjakan pada hari kesembilan bulan Dzulhijjah bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Niatnya:

Berikut ini lafal niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”

5. Puasa Senin-Kamis

Seperti namanya, yakni puasa Senin dan Kamis maka puasa ini adalah ibadah puasa yang dilakukan khusus pada hari Senin dan Kamis. Diketahui, Rasulullah SAW telah memerintah umatnya untuk senantiasa berpuasa di dua hari ini, sebab Senin adalah hari kelahiran Rasulullah sedangkan hari Kamsis adalah hari pertama kali Al-Quran diturunkan. Dan pada hari Senin serta Kamis juga, amal perbuatan manusia diperiksa, sehingga beliau menginginkan ketika sedang diperiksa, beliau dalam keadaan berpuasa.

Niat:

Bacaan Niat Puasa Senin
Berikut bacaan niat puasa hari senin beserta tulisan latin dan artinya.

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Tulisan latin : NAWAITU SHOUMA YAUMAL ITSNAINI SUNNATAL LILLAAHI TA’AALA

Artinya: Saya berniat puasa sunnah hari senin karena Allah Ta’ala

Bacaan Niat Puasa Kamis
Berikut bacaan niat puasa hari kamis beserta tulisan latin dan artinya.

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Tulisan latin : NAWAITU SHOUMA YAUMAL KHOMIISI SUNNATAL LILLAAHI TA’AALA

Artinya: Saya berniat puasa sunnah hari kamis karena Allah Ta’ala

6. Puasa Tasu’a

Puasa sunnah yang dikerjakan setiap pada tanggal 9 Muharam. Puasa ini dilakukan untuk mengiringi puasa yang dilakukan pada keesokan harinya yaitu di tanggal 10 Muharram, atau biasa disebut puasa Asyura.

Niatnya:

Berikut lafal niat puasa tasu'a yang bisa ditunaikan Rabu besok:

نَوَيْتُ صَوْم تَاسُعَاء سُنَّة لله تَعَالى

7. Puasa Asyura

Adalah puasa sunnah yang dilakukan pada keesokan hari setelah melakukan puasa sunnah Tasu’a, atau dengan kata lain puasa Asyura ini adalah ibadah puasa yang dijalankan di tanggal 10 Muharam.

Niat

Berikut ini contoh lafal niat puasa sunah Asyura sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

8. Puasa Syawal

Merupakan Puasa enam hari pada bulan Syawal atau setelah selesai bulan Ramadan. Puasa syawal disebutkan bisa dilakukan secara berurutan dimulai dari hari kedua syawal atau dilakukan secara tidak berurutan. Soal puasa syawal ini, Rasulullah SAW sendiri bersabda yang artinya: “Keutamaan puasa ramadhan yang diiringi dengan puasa syawal ialah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim).

Niatnya:

Berikut ini lafal niat puasa Syawal.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ. Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

9.Puasa Daud

Puasa nabi daud atau biasa dikenal dengan puasa selang-seling, satu hari ini berpuasa lalu keesokannya harinya tidak berpuasa. Sehari puasa, sehari berbuka ( tidak puasa). Mengenai puasa Daud ini, dari Abdullah bin Amru radhialahu ‘anhu, Rasulullah SAW diketahui pernah bersabda;

“Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Daud ‘alaihissalam dan ini adalah puasa yang paling afdhal. Lalu aku berkata, sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu, maka Nabi SAW berkata: “Tidak ada puasa yang lebih afdhal dari itu, ” (HR. Bukhari: 1840)

Niat:

lafadz niat puasa Daud adalah sebagai berikut;

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma dawuda sunnatan lillahi ta’ala.

“Saya berniat melakukan puasa Dawud sunah karena Allah Ta’ala.”

10. 3 Hari pada pertengahan bulan

Puasa ini dikenal dengan sebutan puasa Ayyamul Bidh, dilakukan di tiga hari setiap pertengahan bulan, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, an-Nasai, dan at-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai Abu Dzarr, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah),"

11. Puasa Sya’ban (Nisfu Sya’ban)
Tidak hanya bulan Ramadhan yang mempunyai keistimewaan, bulan Sya’ban juga memiliki keistimewaan tersendiri. Pada bulan Sya’ban dianjurkan agar umat Islam mencari pahala sebanyak-banyaknya.

Salah satunya adalah dengan melakukan puasa pada awal pertengahan bulan Sya’ban sebanyak-banyaknya.

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved