Waspada Penjualan Obat-Kosmetik Via Online; Diduga Banyak yang Ilegal, BPOM Akan Lakukan Tindakan

Munculnya banyak bisnis makanan, obat-obatan, kosmetik yang penjualannya secara online di media sosial, diakui Balai Besar POM di Palembang merupakan

Waspada Penjualan Obat-Kosmetik Via Online; Diduga Banyak yang Ilegal, BPOM Akan Lakukan Tindakan
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Ilustrasi - Ribuan kosmetik ilegal ketika diamankan satuan reserse narkoba Polresta Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Munculnya banyak bisnis makanan, obat-obatan, kosmetik yang penjualannya secara online di media sosial, diakui Balai Besar POM di Palembang merupakan fenomena yang terjadi sekarang. Karena itu, pihaknya akan menindak jual beli demikian bila memang ada aturan yang dilanggar. Karena itu, warga diminta berhati-hati membeli sistem online tersebut.

Polresta Bongkar Penjualan Obat-obatan Terlarang di Palembang

BNN Kabupaten OI Sidak Penjualan Obat

Kepala Balai Besar POM di Palembang Dra Hardaningsih Apt MHSM didampingi Kabid Pemeriksaan Nora dan Kabid Penindakan Teddy Wirawan mengatakan, meskipun belum ada payung hukum khusus untuk menindak penjualan makanan, obat, kosmetik secara online yang melanggar izin edar, namun BPOM tetap melakukan penindakan. "Sebenarnya kita juga kalau ketemu ya tetap kita tindak saja. Cuma kalau dengan adanya payung hukum itu masyarakat juga akhirnya paham. Orang yang mau jualan juga harus paham aturan hukumnya ini lho," ungkap Naning.

Mantan Direktur Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengatakan, izin edar produk dari BPOM, termasuk kosmetik, obat tradisional, suplemen maupun makanan dan pangan yang diperjualbelikan online. Nantinya mereka harus terdaftar.

Menurutnya, penjualan obat ataupun kosmetik racikan itu bisa dia nyampur-nyampur, atau dia bikin sendiri dan tidak didaftar. "Itu sudah termasuk kosmetik ilegal. Kalau misalnya itu kita bisa melacak dan kita tangkap itu sudah masuk tindakan pro justisia. Ada pasti dalam waktu dekat rencana melakukan tindakan. Untuk investigasi perlu waktu kan. Terus mencari di dunia maya, tidak semudah dunia nyata," ujarnya.

Meski memiliki intel, BPOM memiliki kendala kewenangan dan perlengkapan seperti kepolisian. "Kita berbeda meski sama-sama punya intel. Kalau kepolisian itu kan dia punya cyber. Memang dia ada yang dunia cybernya. Kalau kita kan memang tidak punya kewenangan untuk melakukan yang seperti polisi. Bisa saja kita kerjasama dengan polisi. Kita belajar juga dari mereka. Cuma kita kan terbatas," pungkasnya.

Dalam memilih atau berbelanja kosmetik yang cerdas, BPOM di Palembang menyarankan agar mengecek barang tersebut melalui aplikasi CEK BPOM. Kalau mau ngecek produknya terdaftar atau tidak, aman atau tidak silahkan ke center di pusat Halo BPOM 1500533,Balai Besar POM di Palembang beralamat di Jalan Pangeran Ratu Seberang Ulu 1 Jakabaring Palembang.

Terdapat dua saluran telepon untuk menghubungi Balai Besar POM di Palembang yaitu (0711) 510126, 510093. Faximili yaitu 0711510195. "Kalau beli kosmetik jangan lupa cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kadaluwarsa)," imbau Naning.

Lina, salah seorang pengguna jasa penjualan makanan, obat, kosmetik online mengaku sudah tuntutan teknologi saat ini sehingga lebih mudah membeli via online. Soalnya lebih gampang via online. "Kita bisa baca informasi produknya dari yang diposting mereka. Kita tidak perlu ke tokonya. Apalagi kalau barangnya tidak ada di Palembang. Terkadang barang yang dijual di online jauh lebih murah," kata Lina.

Lain halnya dengan komentar Ani, warga Alang Alang Lebar yang mengaku tetap berhati-hati dan menyeleksi betul dalam pembelian produk online. "Soalnya kita tidak mudah untuk komplain kalau barang yang dijual itu apakah palsu, apalah berbahaya untuk kesehatan. Nah inilah kadang perlu pemerintah mengawasi penjualan makanan, kosmetik, obat yang dijual secaa online ini agar masyarakat tidak dirugikan," kata Ani. (fiz)

Story Highlights
- Banyak penjualan makanan, obat, kosmetik via medsos
- Warga diimbau wasapada, karena banyak yang ilegal
- Dikhawatirkan berdampak buruk bagi penggunanya

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved