Titik Api Muncul di Palindra; 5 Hektar Lahan Terbakar, Polisi Selidiki Kebakaran

Titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) muncul di sekitar jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra). Lahan seluas lima hektar, tepatnya di Desa

Titik Api Muncul di Palindra; 5 Hektar Lahan Terbakar, Polisi Selidiki Kebakaran
SRIPOKU.COM/RAHMAD ZILHAKIM
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tepatnya di Desa Palemraya Dusun 1 Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (25/6/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) muncul di sekitar jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra). Lahan seluas lima hektar, tepatnya di Desa Pulai Negara dan Desa Palem Raya, Kabupaten Ogan Ilir terbakar, Selasa (25/6).

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, Ansori menjelaskan bahwa Karhutla telah berlangsung sejak Senin lalu dan berhasil dipadamkan pihak terkait. Namun pada Selasa pagi ternyata muncul titik api kembali.

7 Kabupaten di Sumsel Prioritas Siaga Karhutla, Larang Buka Lahan dengan Pembakaran

Tujuh Lokasi Ini Wajib Siaga Karhutla

"Semalam (Senin malam) sudah padam, tetapi sekarang terbakar lagi. Tim kembali berjibaku lakukan pemadaman api," ujarnya.

Selain mengerahkan personel pemadaman melalui jalur darat, BPBD Sumsel juga melakukan water bombing dari udara dengan satu unit helikopter.

"Api sudah meluas ke sisi jalan tol, sekitar 5 hektare lahan terbakar. Saat ini kita mengirimkan satu unit helikopter untuk melakukan pemadaman," ujar Ansori.

Sedangkan Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah menduga kebakaran lahan disebabkan ada warga yang membuka lahan di kawasan tersebut. Pihaknya pun menyayangkan kenapa pemerintah setempat tidak melakukan pelarangan kepada masyarakat.

"Ada kebakaran lahan, infonya karena ada yang buka lahan. Saat ini tim tengah berjibaku," jelasnya.

Kebakaran lahan terjadi di Desa Palemraya Dusun 1 Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir disekitar ruas Tol Palindra Sumsel, Selasa (25/6) diketahui dari sebuah video yang tengah viral di media sosial, pada hari yang sama.

Kabid Humas Polda Sumsel Supriadi mengatakan, pihaknya telah bergabung dengan Tim Karhutla untuk menyelidiki kejadian tersebut di lapangan. Pihaknya juga akan meneliti, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam kejadian tersebut.

"Ini kita menunggu hasil di lapangan, kalau memang ada unsur pidana atau unsur kelalaian pemilik lahan, akan kita proses sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Ia mengatakan, kepemilikan lahan tersebut diduga milik sebuah perusahaan. Meski tak menyebutkan secara detil, kebakaran itu tidak terlalu cepat menyebar secara luas karena saat ini Sumsel masih dalam musim hujan. "Makanya ini (cuaca) salah satu yang membantu kita sehingga tidak terlalu luas," ungkapnya.

Untuk detil kepemilikan lahan serta kronologi kejadian secara resmi, pihaknya masih menunggu tim yang akan kembali melaporkan hasil penyelidikan di sana. Sebanyak 6 personel dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus telah ikut tergabung dalam tim Karhutla, turun ke tempat kejadian secara langsung.

"Nanti kita sampaikan karena masih dicek, apakah memang itu sengaja atau tidak," jelasnya. (oca/mg5)

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved