Biaya Dapur Lebih Irit 25 Persen, Gunakan Kompor Induksi

PT PLN Wilayah Sumsel Jambi dan Bengkulu (WS2JB) menghimbau kepada masyarakat agar mulai beralih ke kompor indusksi (listrik), karena penggunaannya

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Ilustrasi - Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Palembang, Nanang Prasetyo (kiri) saat demo masak menggunakan kompor listrik, Minggu (14/4/2019) di Kambang Iwak Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sumsel Jambi dan Bengkulu (WS2JB) menghimbau kepada masyarakat agar mulai beralih ke kompor indusksi (listrik), karena penggunaannya lebih aman dan ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan kompor induksi jauh lebih hemat sekitar 25 persen dibanding bila penggunaan kompor gas.

PLN Kenalkan Kompor Listrik Masak Tanpa Api ke Pelanggan di Kambang Iwak Palembang

Pegawai PT PLN WS2JB Diwajibkan Gunakan Kompor Listrik Induksi. Ini Keunggulannya

GM PT PLN SW2JB, Daryono menerangkan salah satu keuntungannya, dengan kompor induksi kita tidak perlu takut atas keamanan di rumah, karena tidak mengeluarkan panas. "Kompor induksi ini dalam rangka kita konversi energi peralatan-peralatan elektronik, termasuk untuk memasak. Kalau dulu kan kita memakai kayu, arang, minyak tanah dan gas, sekarang ada yang lebih bagus lagi yaitu kompor induksi," kata Daryono, Kamis (20/6).

Dengan kompor induksi induksi itu dapur dipastikan lebih rapi, karena tidak ada api, dan tidak khawatir untuk terjadi kebakaran. Namun, pengguna kompor induksi ini, minimal rumah atau tempat yang daya listriknya sudah diatas 1.300 watt. Sebab, untuk beban listrik masing-masing pabrikan kompor listrik memiliki daya yang berbeda. Mulai dari 300 watt hingga 800 watt.

"Dayanya juga bisa diatur, karena disitu ada alat pengatur daya minimal sekitar 1.300 watt. Kalau masih 900 watt dan 400 watt listrik dirumahnya tidak bisa, harus naik daya," tuturnya. Ppihaknya sudah melakukan "demo" beberapa kali soal penggunaan kompor induksi dengan gas, perbandingannya kompor induksi lebih hemat sekitar 25 persen.

Selain itu juga lebih bersih, efisien karena waktu memasak lebih merata dan cepat. Serta lebih sehat karena tidak mengeluarkan karbon monoksida. "Jadi kita sudah hitung lebih murah, selain itu panasnya lebih cepat. Kemarin dari Tribun Sumsel sudah mempraktekkannya, tidak sampai satu menit sudah masak, artinya lebih cepat," tandasnya.

Selain kompor induksi, pihaknya juga terus melakukan inovasi, seperti tempat pengisihan ataupun penambahan daya bagi kendaraan bermotor atau mobil listrik, seperti Stasiun Pengisihan Listrik Umum (SPLU). Hal ini sebagai kesiapan PLN dalam menghadapi perkembangan perekonomian di Sumsel, termasuk mendukung industri otomotif kendaraan listrik, yang diprediksi kedepan akan banyak.

"Jadi nanti kita sediakan lokasi pengisian listrik umum, seperti di Jalan Sudirman yang dimanfaatkan pedagang kaki lima atau pada event- event tertentu," tandasnya.

Dilanjutkan Daryono, dalam mewujudkan itu PT PLN sendiri telah mwngivestasikan untuk membangun kelistrikan di Sumsel sejak 2018 sebesar Rp 5,58 triliun, dan tahun 2019 dana yang dikucurkan Rp 6,16 triliun. "Kita juga saat ini sedang bangun Tol listrik dari Lampung ke Aceh, yang nantinya soal kelistrikan terkoniksi," pungkasnya. (ts-arf)

Story Highlights
- PLN sedang menggalakkan penggunaan kompor induksi
- Menggunakan tenaga listrik minimal 1.300 Watt
- Lebih aman dan ramah lingkungan
- Diklaim lebih hemat dibandingkan kompor gas

===

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved