Tiga Pemain Belum Dibayar; Marcko, Sandi dan Alhadji, Sidang Gugatan Dilanjutkan 10 Juli 2019

Kendati diklaim telah dilunasi, Sriwijaya FC tetap menjalani sidang perdana atas gugatan para mantan pemainnya terkait tunggakan gaji, di Pengadilan N

Tiga Pemain Belum Dibayar; Marcko, Sandi dan Alhadji, Sidang Gugatan Dilanjutkan 10 Juli 2019
https://www.google.co.id/
Mahammadou Alhadji, Sandi Firmansyah dan Marcko Sandy Meraudje. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kendati diklaim telah dilunasi, Sriwijaya FC tetap menjalani sidang perdana atas gugatan para mantan pemainnya terkait tunggakan gaji, di Pengadilan Negeri Palembang Rabu (12/6/2019). Apalagi, terungkap jika masih ada pemain yang belum menerima pembayaran secara penuh. Hal ini akan berdampak kepada kesempatan SFC mengikuti kompetisi.

Manajemen Sriwijaya FC Tetapkan Tim Diarsiteki Pelatih Lokal, Iwan Setiawan Diketahui Melamar ke Tim

Ditumbangkan PS Tira, Kapten Sriwijaya FC Tetap Optimis Bisa Lolos dari Jurang Degradasi

Namun pihak manajemen PT SOM justru menyatakan semuanya sudah selesai, hanya beda pandangan soal verifikasi soal administrasi pembayaran berdasarkan durasi kontrak dan kinerja pemain dalam hitungan apakah sang pemain genap bekerja satu bulan atau hanya setengah bulan.

Saat persidangan perdana, Kuasa Hukum Asosiasi Peseoakbola Profesional Indonesia (APPI, red) selaku kuasa hukum ke-28 mantan pemain Sriwijaya FC, Jannsen Silitonga mengatakan ada 3 pemain yang belum diselesaikan pembayarannya. Yaitu Marcko Sandy Meraudje, Sandi Firmansyah dan Mahammadou Alhadji."Itu dari versi kami, ini total semua kisaran Rp60 juta," ujarnya usai persidangan.

Ketiga pemain tersebut, diakuinya hanya mengalami ketidak-cocokan soal pembayaran. Dimana, tunggakan yang dibayar tersebut dianggap belum seluruh hak pemain yang tertunda.

Sebelumnya, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) mengklaim telah membayar tunggakan para mantan pemainnya. Tak tanggung, dana Rp3 miliar hasil talangan Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin digelontorkan untuk menutupi tunggakan tersebut.

Pihaknya berkomitmen, jika pemain yang dibelanya satu pun mengalami kekurangan sepeser pun, maka gugatan akan berjalan terus. Jika diteruskan, maka tidak menutup kemungkinan Sriwijaya FC tidak akan bisa berkompetisi di Liga 2 2019 ini.

Hanya saja, pihaknya optimis klub Sriwijaya FC bisa segera melunasi kekurangan-kekurangan tersebut sebelum kick off Liga 2 2019 yang akan digelar pada 23 Juni ini. Karena, klub tersebut sudah membayar sebagian besar tunggakan pemainnya.

Jika selesai dalam waktu dekat, tentu Sriwijaya FC masih bisa berlaga di Liga 2 2019. Pihaknya akan melakukan perdamaian dan melayangkan surat ke instansi terkait, untuk mengeluarkan izin bertanding tersebut."Sriwijaya klub besar bukan cuma bawa kota Palembang, tapi Dumsel. Kita harap sisa 3 orang ini cepat selesai," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid yang hadir mewakili di sidang mengatakan, kekurangan teraebut hanya masalah sistem administrasi saja. Dimana pemain yang sudah bermain kurang dari 1 bulan, tetap menagih kontraknya sebesar 1 bulan."Sebenarnya sudah semua. Yang jadi masalah kan perbedaan angka verifikasi saja. Verifikasi bulan dia kerja sampai tanggal 20, dia hitung satu bulan, kita hitung setengah bulan. Itu saja masalahnya. Bukan belum dibayar," ungkapnya.

Namun, pihaknya berkomitmen akan menyelesaikan permasalahan tersebut dalam hitungan hari. Sebab, klub sendiri tengah menyongsong Liga 2 2019 yang akan bergulir pada 23 Juni ini."Mudah-mudahan selesai 1-2 hari ini," jelasnya. (mg5)

===

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved