Setor Zakat Fitrah Seperti Akad Nikah

Jelang pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, umat Islam diingatkan untuk membayar zakat fitrah, mulai dari orang dewasa hingga bayi yang baru

Setor Zakat Fitrah Seperti Akad Nikah
SRIPOKU.COM/Husein
MENYERAHKAN -- Seorang warga bernama H Harun Mirza menyerahkan zakat fitrah dan diterima panitia dengan ijab qobul, serupa seperti orang mau akad nikah. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jelang pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, umat Islam diingatkan untuk membayar zakat fitrah, mulai dari orang dewasa hingga bayi yang baru lahir. Pengurus masjid pun mulai membentuk panitia pengumpulan dan siap melayani masyarakat. Seperti di Masjid Jamaaturrahmah di RT 73/01 Kelurahan Talangkelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar. Masjid yang berada di komplek Perumahan Griya Senang Hati ini, memiliki kekhasan dalam menerima dan menyalurkan zakat (fitrah dan harta), infak hingga sedekah,

Video: Ini Doa & Tata Cara Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri serta Keluarga yang Benar

Jangan Salah! Ini Doa & Tata Cara Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri serta Keluarga yang Benar

Untuk ukuran sebuah masjid, tempat ibadah ini ukurannya tidak begitu besar. Ruang dalam (utama) hanya berukuran 9x9 meter persegi. Namun ada teras di sisi kanan masjid berukuran 11x4 meter persegi dengan kondisi beratap rangka baja dan lantai keramik, yang biasa dimanfaatkan untuk kegiatan jumat barokah (jamuan makan siang bagi jemaah shalat jumat). Masjid ini juga memiliki dapur umum lengkap dengan peralatan masak untuk kapasitas besar, Menurut informasi, dari dapur inilah, masyarakat mensupport makanan dan minuman kepada warga sekitar yang terkena musibah kematian. Dari cerita warga sekitar juga, masjid ini dibangun sejak 2011 lalu dengan lama pengerjaan dalam waktu yang super singkat, yakni 4,5 bulan. Seluruh dana [embangunan berasal dari infak kaum muslim diperkirakan sekitar Rp 800 juta lebih.

Untuk urusan zakat fitrah dan mall, pengurus masjid membentuk panitia sendiri. Uniknya, masyarakat yang akan menyerahkan zakat fitrahnya harus dilakukan secara syar'i, yakni akad secara langsung kepada panitia penerimaan, bak seperti orang mau akad nikah, dan disaksikan beberapa orang. Uniknya lagi, dalam proses pembagian atau penyalurannya, panitia tidak membagikan atau menyebarkan kupon kepada warga yang masuk dalam golongan penerima zakat, tetapi diantarkan langsung ke rumah-rumah fakir miskin.

Ketua Pengurus Masjid Jammaaturrahmah RM Syukri didampingi Ketua Panitia Zakat Fitrah dan Harta H Latief saat hubungi, Selasa (28/5) mengatakan, takmir masjid dan warga sejak awal sudah sepakat penyaluran zakat fitrah dan harta tidak membagikan kupon, tetapi tebar langsung dari rumah ke rumah. "Istilahnya, kami bagikan amanah warga secara door to door, sehingga harkat dan derajat orang penerima ini terangkat dan merasa dihormati. Kalau mereka kita bagikan kupon, lalu mereka berbaris panjang dan antri untuk mengambil zakat fitrah, itu sama sekali mempermalukan mereka," katanya.

Sementara terkait waktu pembagian, H Latief menjelaskan, mekanisme pembagian dilakukan secara terseleksi dan sudah terdata secara alami karena sejak 2011 sudah dilakukan. "Waktu pembagian dilakukan H-1 Lebaran pukul 06.00, dengan menggunakan 10-15 unit sepeda motor, dimana setiap satu motor ada dua orang dan membawa paket. Kami masuk ke lorong dan gang-gang kecil di perkampungan warga, dan mengetuk pintu mereka. Respon mereka saat menerima paket zakat fitrah macam-macam. Ada yang menangis, terkejut dan terharu. Bahkan, ada warga yang selama ini tidak terlayani, kita layani," katanya.

Dikatakan, seperti biasa setiap paket berisi beras 5 Kg, 10 bungkus mi instan, gula dan minyak sayur serta uang tunai Rp 100.000 hingga Rp 150.000. Penyaluran ditargetkan selesai pukul 08.00.

"Kenapa kami pilih pagi-pagi sudah menyebarkan paket zakat fitrah dan harta, diharapkan setelah mereka menerima, masih ada waktu bagi warga untuk pergi ke pasar membeli ayam atau sayur, sehingga lebaran mereka bisa makan ketupat. Kalau dibagikan siang atau sore, mana ada lagi pasar yang buka," kata H Latief, seraya menambahkan, semua zakat fitrah dan zakat harta baik berupa infak dan sedekah dibagikan habis, dan tidak ada hak sedikit pun untuk panitia. (sin)

====

Penulis: Husin
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved