Pihak Sekolah Selalu Dapat Teror, Orang yang Mengaku Pemilik Lahan

Dibangun awal 2014 lalu, hingga sampai saat ini salah satu warga selalu mengklaim bahwa lahan yang ditempati SMKN 8 Palembang adalah milik warisan kel

Editor: Bejoroy
https://www.facebook.com/pg/smknegeri8palembang.net/
Ilustrasi - Logo SMKN 8 Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dibangun awal 2014 lalu, hingga sampai saat ini salah satu warga selalu mengklaim bahwa lahan yang ditempati SMKN 8 Palembang adalah milik warisan keluarganya. Kepala SMKN 8 Palembang Drs Ropik MSi melalui Wakil Kepala SMKN 8 Palembang Bidang Humas Muhammad, Lekat, SPd mengatakan pihak selalu khawatir permasalahan itu.

Tahun Ajaran Baru, Gedung SMKN 8 Palembang Bisa Digunakan

Telan Dana Rp 1,8 M, Pembangunan SMKN 8 Palembang Tahap Awal Dimulai

"Kami memang tahu permasalahan ini, namun untuk menyelesaikan permasalahan memang pemerintah yang turun tangan. Pihak sekolah hanya pelaksana dan harusnya memang Dinas Pendidikan dan pemerintah yang menyelesaikan sengketa ini," katanya, Senin (27/5/2019). Sebagai pihak yang ditunjuk dan ditugaskan oleh negara untuk mengelola sekolah, pihaknya tetap menjalankan proses belajar mengajar. "Alhamdulillah proses belajar mengajar hingga saat ini terus berjalan, meski teror selalu ada dari warga yang mengklaim lahan," ujarnya.

"Ya secara psikis, guru maupun siswa jelas terganggu. Sebab terkadang saat proses belajar berlangsung, tiba-tiba warga datang mengamuk dan marah-marah," jelasnya. Kemudian ada pula bentuk pengrusakan, misalnya merusak pot bunga, kemudian kaca jendela dan sebagainya. "Memang yang mengklaim lahan tidak banyak hanya satu keluarga. Namun kadang warga ini menutup akses jalan utama untuk masuk ke sekolah," ujarnya.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh pihak sekolah, mulai dari melapor ke Badan Pengolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang dan Provinsi Sumsel, Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel hingga melapor ke pihak keamanan, yakni Polsek 4 Ulu dan Polresta Palembang. "Namun sampai saat ini masalah ini belum selesai juga. Makanya beberapa hari lalu melalui inisiatif rekan-rekan guru, kami merekam aksi warga yang mengancam, lalu kami viralkan di media sosial," katanya.

Pantauan Sripo, terlihat di video yang diviralkan, seorang warga mengenakan baju putih lengan merah, menggeruduk sekolah yang berada di kawasan 5 Ulu, SU II, Palembang tersebut. Dengan membawa senjata tajam jenis samurai dan pisau. Terlihat pula oknum warga itu mengacungkan senjatanya ke beberapa orang dari pihak sekolah.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Bidang (Kabid) SMK Dinas Pendidikan Sumsel, Erlina mengatakan bahwa permasalahan ini bukan kapasitasnya untuk menjawab. "Bukan kapasitas saya untuk menjawab, karena ini urusan aset daerah," jawabnya singkat. (ts-Elm)

Story Highlights
- Sekolah sering didatangi orang yang mengaku pemilih lahan
- Para guru dan siswa merasa terus diteror
- Pihak Pemprov diminta selesaikan persoalan
- Viral video warga bawa parang

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved