Berita OKU

Setelah Gaji Tersendat, Karyawan Mitra Ogan Baturaja Demo Tuntut Pembayaran Tunjangan Jaminan BPJS

Kemelut yang menimpa karyawan PT Mitra Ogan (RNI Grup) tak kunjung selsai, setelah pembayaran gaji tersendat, kini karyawan menuntut pihak BPJS

Setelah Gaji Tersendat, Karyawan Mitra Ogan Baturaja Demo Tuntut Pembayaran Tunjangan Jaminan BPJS
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Suasana demo karyawan Mitra Ogan yang menuntut agar BPJS membayarkan jaminan hari tua, jaminan pensiuan dan jaminan kematian 

Laporan wartawan Sripoku.com, Leni Juwita

SRIPOKU.COM, BATURAJA-- Kemelut yang menimpa karyawan PT Mitra Ogan (RNI Grup) tak kunjung selesai, setelah pembayaran gaji tersendat, kini karyawan menuntut pihak BPJS membayar jaminan karyawan.

Puncaknya ratusan karyawan datang  ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pembantu Baturaja, Jumat (3/5/2019), tujuannya menanyakan informasi ikhwal macetnya iuran PT Mitra Ogan kepada BPJS Ketenagakerjaan sejak juni 2017.  Sebab gaji  karyawan selalu dipotong tiap bulan untuk iuran ke BPJS namun tidak

Disetorkan. Karena sudah terdesak untuk kebutuhan hidup karena sudah 2 bulan tidak gajian, karyawan yang datang ke BPJS ketengakerjaan minta dicairkan dana iuran yang dibayar. “Kami  mau mengambil hak kami ,” kata koordinator aksi Romzoni seraya menambahkan  karyawan sudah membayar  sejak tahun 1995 dan sekarang sedang terjepit butuh duit untuk makan, Karyawan menuntut BPJS segera membayar jaminan hari tua, jaminan pensiun dan jaminan kematian.

Suasana demo karyawan Mitra Ogan yang menuntut agar BPJS membayarkan jaminan hari tua, jaminan pensiuan dan jaminan kematian.
Suasana demo karyawan Mitra Ogan yang menuntut agar BPJS membayarkan jaminan hari tua, jaminan pensiuan dan jaminan kematian. (SRIPOKU.COM/LENI JUWITA)

Jalani Ramadan Pertama, Roger Danuarta Ngaku Deg-degan Hingga Bongkar Fakta Tersembunyi Ini

Perwakilan pendemo diterima oleh, Kepala BPJS cabang Muaraenim Nolly Noer Amin untuk berdialog,  Nolly berulang kali menjelaskan bahwa dia harus berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Tinggi Sumsel karena hal ini sudh di SKK (Surat Kuasa Khusus ) antara BPJS Ketenagakerjaan dan Kajati dalam kata lain perkara ini sudah diambil alih oleh Kajati. Mendengar pernyataan ini masa sempat kesal.

Namun kemarahan massa bisa diredam setelah Kabagops Polres OKU  Kompol Mahmudin Ginting memberikan pemhaman. Kompol Ginting menyampaikan agar para karyawan bersabar dan berpikir dengan kepala dingin untuk mencari solusi.

Dialog membuahkan kesepakatan bersama  yang berisi  karyawan menuntut  dibayarkan Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun dan Jaminan Kematian untuk karyawan Mitra Ogan, sampai dengan batas pembayaran terakhir oleh perkebunan Mitra Ogan, yaitu Juli 2016.

Kemudian klaim persyaratan BPJS Ketenagakerjaan diperingan, BPJS Ketenagakerjaan pro aktif dalam membantu pencairan klaim dari karyawan Mitra Ogan, Jangka waktu penyelesaian perancangan proses dan tahap pembayaran dengan syarat yang ditentukan terhitung 7 ( tujuh ) hari, dari tanggal 3-10 Mei 2019.

Kemudian dalam sistem pencairan klaim BPJS Ketenagakerjaan tidak ada sanksi/denda biaya apapun yang dibebankan terhadap peserta dan terakhir pihak BPJS Ketenagakerjaan meminta waktu satu minggu untuk berkoordinasi, serta akan menyempaikan informasi kepada pihak karyawan Mitra Ogan.

Jelang Ramadan Harga Komoditas Melonjak Tinggi, Pemerintah Bakal Impor Bawang Putih dari Cina

8 Tips Agar Buah dan Sayuran Tahan Lebih Lama, Mengatasi Persediaan Makanan saat Ramadan

Penulis: Leni Juwita
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved