Berita Muaraenim
Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan, PT MHP Gelar Apel Siaga Karhutla
PT Musi Hutan Persada (MHP) menggelar apel siaga penanggulangan Kebakaran Hutan & Lahan (Karhutla) 2019.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri
SRIPOKU.COM, MUARAENIM --- PT Musi Hutan Persada (MHP) menggelar apel siaga penanggulangan Kebakaran Hutan & Lahan (Karhutla) 2019 di Unit V Sodong Wilayah I, Desa Suban Jeriji, Kecamatan Rambang Dangku, Muaraenim, Rabu (24/4/2019).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kadishut Sumsel Pandji Tjahjanto, Dirut PT MHP Takuya Kuwahara,
Direktur Perlindungan Hutan dan Sosial M Aminullah, Direktur Operasional Goro Kawakami, Direktur HR Bambang Hendro Tjahyoko, para pejabat Muspida dan Muspika Kabupaten Muaraenim, Lahat, OKU dan PALI serta ratusan para undangan.
Menurut Kadishut Sumsel Pandji Tjahjanto, bahwa upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Sumsel makin ditingkatkan oleh semua pihak, melalui berbagai strategi dan pendekatan yang Iebih efektif.
Apalagi Sumsel termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kerawanan kebakaran hutan, kebun dan lahan cukup tinggi.
Sejak terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan beserta asapnya yang besar di tahun 2015, tercatat luas hutan, kebun, dan lahan yang terbakar mencapai sekitar 736.563 hektar.
Namun pada tahun berikutnya yaitu tahun 2016 kebakaran hanya seluas 978 hektar, kemudian tahun 2017 kebakaran seluas 9.285 hektar, Ialu tahun 2018 kebakaran seluas 41.150 hektar.
Berarti terjadi penurunan yang signifikan.
Demikian juga terhadap jumlah titik panas (hotspot) dimana pada periode yang sama telah terjadi penurunan dari 27-043 titik di tahun 2015 menjadi 1.214 titik di tahun 2017 dan tahun 2018 berjumlah 2.840 titik hotspot.
Potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Sumsel cukup tinggi dengan adanya lahan gambut yang cukup luas yaitu 1,42 juta hektar atau sekitar seper Iima dari luas wilayah Sumsel.
Lahan gambut ini tersebar diwilayah OKI hingga perbatasan Musi Banyuasin dan Jambi serta di wilayah Kabupaten PALI, Muaraenim, Ogan Ilir, Banyuasin dan Musi Rawas Utara.
"April ini sudah mulai terdeteksi adanya hotspot berjumlah 46 Titik Hotspot walaupun hasil pengecekan lapangan sebagian besar bukanlah kebakaran hutan dan lahan. Namun kita jangan merasa puas dan bahkan lengah serta mengendurkan upaya pengendalian kebakaran hutandan lahan," ujarnya.
Dikatakan Pandji, agenda Apel Siaga menjadi salah satu bentuk upaya penyadaran, penunjukan komitmen serius, sekaligus evaluasi kesiapsiagaan semua pihak.
• Ini Pertimbangan Hakim Memvonis Mati Dua Pelaku Pembunuh Supir Taksi Online Grab
• PT Citra Lestari Mobilindo Gelar Customer Gathering bagi Pelanggan Loyal Hino
• Bupati Ilyas Panji Alam Lepas Kafilah STQ Ogan Ilir Menuju Kabupaten Muratara
Momentum Apel Siaga hari ini menunjukkan bukti nyata adanya kerjasama serta koordinasi yang erat antara pemerintahan dan sektor swasta (khususnya PT. Musi Hutan Persada) dan masyarakat untuk bersatu padu melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan agar tidak terulang kembali.
Dengan kerjasama dan kebersamaan inilah diharapkan kendala dan kesulitan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan terutama pada musim kemarau ini semakin ditingkatkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/siaga-karhutla.jpg)