Berita Palembang

Ini Pertimbangan Hakim Memvonis Mati Dua Pelaku Pembunuh Supir Taksi Online Grab

Acuandra alias Acun (21) dan Ridwan (44) dua terdakwa pembunuhan supir grab, Sofyan diputus mati oleh Hakim Ketua Bagus Irawan.

Ini Pertimbangan Hakim Memvonis Mati Dua Pelaku Pembunuh Supir Taksi Online Grab
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Kedua terdakwa Acuandra dan Ridwan divonis mati oleh JPU dalam sidang pembacaan tuntutan di pengadilan negeri Kelas 1 A Palembang, Selasa (2/4). (Rangga Erfizal) 

Laporan wartawan Sripoku.com Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Acuandra alias Acun (21) dan Ridwan (44) dua terdakwa pembunuhan supir grab, Sofyan diputus mati oleh Hakim Ketua Bagus Irawan dalam persidangan di PN Negeri Kelas 1A Palembang.

Acun menangis usai sidang, matanya berkaca-kaca mendengar keputusan tersebut. Dirinya sudah enggan berbicara menanggapi putusan hakim, Rabu (24/4).

Bahkan sebelum masuk ke ruang sidang keduanya sudah pasrah dengan mata berkaca-kaca.

Acun yang menggunakan kopiah hitam lebih banyak termenung memandang ke arah parkiran dengan mata berkaca-kaca.

Sedangkan terdakwa Ridwan lebih tenang dalam mendengar putusan hakim.

"Saya menyesal nian, saya mengaku salah. Saya minta maaf kepada keluarga korban. Tapi saya yakin apa yang diberikan hakim merupakan jalan terbaik yang harus saya hadapi."

"Untuk keluarga saya semoga baik-baik saja. Saya tidak bisa ngomong apa-apa lagi sekarang," ujarnya menyesal.

Kedua terdakwa Acun dan Ridwan diputus mati usai menjalani sidang. Sidang Putusan mati terhadap kedua tersangka dibacakan langsung oleh Hakim Ketua dan terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana 340 junto 55 ayat 1 KUHP mengenai pembunuhan berencana.

Dua Pelaku Pembunuh Driver Grab di Palembang Divonis Hukuman Mati, Keluarga Almarhum Sofyan Lega

Motor Veni Dirampas 4 Orang Pelaku Curas, Salah Satu Pelaku Seorang Perempuan. Beraksi Di Jakabaring

Bawaslu Banyuasin Terima 3 Laporan Pelanggaran Pemilu

"Para terdakwa sudah merencanakan pembunuhan berawal dari niat sampai di kos-kosan di kawasan Balayudha Palembang. Para terdakwa berniat mengambil mobil milik supir taksi online. Pelaku Akbar (otak pelaku) sudah mengatur peran dan posisi para terdakwa dalam membunuh korban," ujarnya.

Lanjutnya, putusan mati terhadap kedua terdakwa sesuai dengan perbuatan yang dilakukan dan menimbang jika korban merupakan tulang punggung keluarga yang harus menafkahi 1 istri dan 4 anak.

"Menyatakan Acuandra alias acun dan Ridwan terbukti secara meyakinkan bersalah, lalu terbukti secara sah melakukan pembunuhan berencana. Dengan putusan pidana, mati," jelasnya.

Selama persidangan terdakwa yang merupakan komplotan pembunuh berencana dianggap meresahkan masyarakat yang mencari nafkah menjadi supir taksi online.

"Menimbang perbuatan terdakwa yang meresahkan masyarakat. Lalu Keluarga yang harus kehilangan tulang punggung keluarga untuk menafkahi 1 istri 4 anak. Serta atas dasar pertimbangan Keluarga korban tidak memberi maaf dan keluarga meminta hukuman setimpal atas perbuatan pelaku," ujarnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved