Tersesat Di Jalan yang Lurus

Menurut logika, merupakan sesuatu yang mustahil dapat tersesat di jalan yang lurus untuk menuju tempat tujuan di ujung sana.

Editor: Salman Rasyidin
IST
Drs. HM. Daud Rusjdi AW 

Tersesat Di Jalan yang Lurus
Oleh : Drs. HM. Daud Rusjdi AW
Da'i Bid Tadwin/Pengurus Masjid Al Qodr 5 Ulu
Menurut logika, merupakan sesuatu yang mustahil dapat tersesat di jalan yang lurus untuk menuju tempat tujuan di ujung sana.

Namun bagi Yang Maha Kuasa, Allah SWT tidak mungkin ada mustahil apabila dikehendaki-Nya, kun fayakun maka jadilah apa yang dikehendakinya.

Di atas dunia ini menurut ajaran Islam adalah tempatnya hamba Allah untuk mencari bekal, baik bekal kehidupan di dunia dan terlebih lagi untuk bekal di akhirat kelak.

Oleh sebab itu, bagi umat Islam diperintahkan untuk melaksanakan perintah itu dengan sebaik-baiknya.

Banyak jalan untuk memperoleh bekal kehidupan dengan jalan bekerja.

Ada yang memiliki tanah dapat bertani, berladang, atau berkebun.

Ada yang berdagang, ada pula yang melaut mencari ikan, ada pula yang memiliki kemampuan menjadi guru di sekolah-sekolah, menjadi ahli kesehatan, pegawai, pejabat, bahkan menjadi alat negara untuk menjaga NKRI negerinya dari serangan-serangan musuh baij dari luar maupub dari dalam negeri sendiri.

Dengan bekerja sebagai petani lantas mereka dapat menjual hasil pertaniannya sehingga menjadi juragan karena penghasilan yang melimpah ruah.

Mereka yang mencari kehidupan dengan berdagang, kemudian dagangannya menjadi maju sehingga menjadi kaya raya.

Demikian juga yang melaut, hasil tangkapan ikannya melimpah dan dapat dijual.

Mereka yang menjadi guru, pegawai negeri, ahli kesehatan dan lain-lain menjadi makmur dengan gaji yang lumayan, para ABRI dan Polri dengan berbagai tunjangan dan uang-uang lainnya.

Demikian juga dengan para wakil-wakil rakyat yang duduk di DPR, atau MPR dan DPD bila diukur dengan keperluan sehari-hari jauh melebihi kebutuhan.

Begitu pula untuk bekal menuju akhirat, mereka-mereka ini telah melaksanakan ibadah seperti shalat fardhu dengan rutin, ditambah lagi dengan berbagai sholat-shalat sunnatnya.

Shalat kobliyah dan ba'diyah, shalat tahajjut, shalat istighoroh, dhuha dan banyak lagi shalat sunat lainnya telah mereka laksanakan.

Membayar zakat telah berjalan dengan baik, infaq dan sodaqohnya tidak pernah dilupakan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved