Berita Palembang

Anis Saggaff: Seolah yang Digugat itu Rektor Unsri, FE Unsri Raih Akreditasi Internasional ABEST 21

Rektor Universitas Sriwijaya Anis Saggaff mengaku tak ingin reaktif menanggapi pemberitaan berjudul "Statuta Unsri Digugat KNNP ke Mahkamah Agung"

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ/HANDOUT
Magister Management (MM) Fakultas Ekonominya mendapatkan akreditasi internasional ABEST 21. 

Menurut pria keturanan Arab kelahiran Palembang 28 Oktober 1962, buah kasih pasangan Amnah binti Ali Al Habsyi dan Saggaff bin Muhammad Shahab, tercantum juga di dalam itu aturan yang.tegas khususnya yang menyangkut etika dan moral. Seperti masalah plagiasi, kriminal etika dan moral.

"Hasil itu diserahkan ke Menteri dan direview oleh tim kementerian untuk dibuat keputusan berbentuk Permen Ristek Dikti. Berkaitan ada yang menggugat, saya selaku rektor tidak tahu yang dimaksudkan itu. Karena itu yang kita tahu. Penggugatnya pun bukan dari dalam Unsri. Pada saat ini kita melaksanakan sesuai dengan aturan yang ada di dalam statuta. Kita patuh dengan Kementerian Ristek Dikti. Apalagi itu bentuknya Permen," kata alumni Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya pada tahun 1986.

Sementara Universitas Sriwijaya patut berbangga baru saja Magister Management (MM) Fakultas Ekonominya mendapatkan akreditasi internasional ABEST 21 (The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow) 21 Century Organization pada 7 Maret 2019.

Akreditasi internasional yang diterima FE Unsri ini dengan capaian good practice Award financial management concentration yang ditandatangani President ABEST 21 Fumio Itoh PhD dan Vice President ABEST 21 Ilker Baybars PhD.

"Akreditasi internasional ABEST 21. Magister Management (MM) sudah ketiga kalinya ikut. Tidak pernah tahun pertama langsung dapat. Tim dikomandoi dari Jepang, sebagian Indonesia dan negara lain. Ada juga dari Eropa. Ada yang harus kita isi. Ruang kuliah harus multi media. Sistem perkuliahan harus menggunakan IT. Standar internasional. Tim itu datang memeriksa, mana yang kurang kita perbaiki. Kurikulum. Baru tahun berikutnya datang lagi. Dia cek yang kurang kita perbaiki. Wawancara dengan pimpinan. Selaku rektor mendukung. Untuk detail tanyakan dengan Dekan Ekonomi," kata Anis Saggaff.

Menurut pria yang pada tahun 2007 memperoleh gelar doktor di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) bidang Steel and Composite Structures, ini awal Unsri untuk menuju internasionalisasi Unsri dalam roadmap 2021.

"Saya memilih 3 kelompok world class university karena tidak mudah. Tiga tahap itu internasionalisasi untuk level ASEAN. Mudah-mudahan dalam waktu dekat 2019, 2020 kita sudah mengajak semua kerjasama riset dengan negara ASEAN. Kita fokus kalaupun ada yang kerjasama dengan negara Barat, Jepang, Eropa. Tapi ASEAN kita besarkan dulu. Yang kedua nanti kita kalau sudah berhasil di level ASEAN, maka kita akan menuju level Asia. Setelah level Asia kita merambah level world (dunia)," beber Anis yang sejak duduk di kelas 6 SD sudah membantu ibunya sebagai kepala rumah tangga.

Bisa saja kata Anis, Unsri merambah Asean ada yang merambah ke Asia. Salah satu yang paling penting itu adalah standar proses tridarma pendidikan pengajaran, riset dan publikasi, pengabdian masyarakat. Itu semua harus berstandar yang disebut akreditasi.

"Orang akan bekerjasama dengan kita melihat akreditasi kita apa. Internasional hanya ada terakrediatasi kalau sudah dapat. Harapan saya jika sekarang ini Fakuktas Ekonomi dapat ABEST. Yang lain bisa nyusul. Selaku pimpinan yang backup semua prodi. Secara nasional kita perbaiki. Prodi itu berkembangnya bervariatif. Paling tidak saya catat ada 20 prodi (program studi) dibawa ke internasional. 10 di sosial, 10 di eksak," kata mantan Pembantu Rektor I periode 2012-2016 masa kepemimpinan Prof Badia Perizade. (Abdul Hafiz)

===

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved