Kejar Mutu Pendidikan, Universitas PGRI Palembang Gelar Pelatihan Metode Pembelajaran SPADA

Guna mengejar mutu pendidikan, Universitas PGRI Palembang menggelar pelatihan untuk dosen dan tenaga pendidikan yang ada di wilayah kampus tersebut.

Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/RESHA
Suasana pelatihan bertajuk Workshop Optimalisasi Implementasi dan Pembelejaran Model Daring (Hybird/Blanded Learning) dalam Kerangka Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Indonesia di Gedung Bussines and Science Centre Universitas PGRI Palembang, Senin (4/3/2019). 

Kejar Mutu Pendidikan, Universitas PGRI Palembang Gelar Pelatihan Metode Pembelajaran SPADA

Laporan Wartawan Sripoku.com , Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG—Guna mengejar mutu pendidikan, Universitas PGRI Palembang menggelar pelatihan untuk dosen dan tenaga pendidikan yang ada di wilayah kampus tersebut. Sebanyak 60 orang dosen mengikuti pelatihan yang digelar selama 3 hari hingga Rabu (6/3/2019) tersebut.

Pelatihan bertajuk Workshop Optimalisasi Implementasi dan Pembelejaran Model Daring (Hybird/Blanded Learning) dalam Kerangka Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Indonesia itu mendatangkan 2 dosen dari luar provinsi Sumsel yang kompeten di bidang tersebut.

Menurut Ketua Ketua YPLP PGRI Palembang Drs Lukman Haris, M.Si., metode pembelajaran tersebut dinilai efektif dalam kegiatan belajar mengajar masa kini. Karena melalui metode ini, materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada mahasiswa akan lebih efektif dan efisien.

Bawaslu Targetkan 10 Hari Kelar Copoti APK Caleg dan Capres Melanggar

Download Lagu Dangdut Terbaru 2019 Hit, Gudang Lagu MP3 Terlengkap, Nella Kharisma dan Via Vallen

Materinya lebih efisien. Kita tidak perlu banyak menyampaikan. Kalau sudah menguasai itu, tidak perlu menayangkan Word atau PDF. Dengan cara komunikasi dengan mahasiswa, sehingga bahan ajar yang diberikan itu sangat efisien. Apalagi banyak peserta didik yang diajarkan, mungkin di tempat lain atau banyak SKS-nya yang banyak kepadatannya di sini,” ujarnya saat pembukaan Senin (4/3/2019).

Dengan metode Hybird.Blanded System berbasis SPADA tersebut, interaksi dengan mahasiswa tak melulu harus bertatap muka secara langsung. Dosen dan tenaga pendidik bisa melakukan kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh sekalipun sehingga akan lebih efektif.

Hanya saja, Lukman mengatakan tentu hal ini harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur dan regulasi yang mengiringi metode tersebut. Namun setelah dicek oleh salah satu dosen yang hadir sebagai pemateri, Universitas PGRI Palembang dinilai sudah siap infrastrukturnya untuk menerapkan metode itu.

“Tinggal lagi masalah regulasi dan kesiapan sumber daya manusia kita yang akan menerapkan hal itu,” tegasnya.

Pekan Ini, PT SOM Selaku Manajemen Klub Sriwijaya FC Akan Gelar RUPS

Dua Capeg Tidak Lulus Administrasi, 230 Capeg PNS Muaraenim Dilantik

Lukman juga menyampaikan, jika sudah diterapkan di Universitas PGRI nantinya metode itu harus dilakukan secara terus menerus. Sebab jika tidak, kaan ada konsekuensi yang ditanggung dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Direjen Dikti).

“Kalau grafiknya menurun tentu akan ada konsekuensinya. Apakah itu dana hibahnya menyangkut, dan sebagainya kita ga tau. Sangat perlu kesiapan dari para tenaga pendidikan ini khususnya yang sudah diberikan pelatihan dan seminar ini. Saya yakin akan berguna bagi kita semua,” jelasnya.

Pemkab Banyuasin Buka Pendaftaran Perekrutan Dirut PDAM Tirta Betuah Banyuasin

Lihat Pedang Pelaku, Ricky Relakan Motornya Dibawa Kabur.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas PGRI Palembang Dr. Yasir Arafat, SE MM mengatakan pihaknya berharap para dosen yang telah mendapat pelatihan untuk segera mengaplikasikannya dalam kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan di Universitas PGRI Palembang. Sebab, hal ini untuk meningkatkan mutu pendidikan yang ada di kampus tersebut.

“Bahkan Pak Rektor menargetkan program Pasca Sarjana semester genap ini mulai 50 persen tatap muka dan 50 persen dengan cara seperti ini. Kemudian S1 di Fakultas Ekonomi, FKIP, Teknik, MIPA dan Perikanan bisa salah satu dosen atau mata kuliah dari masing-masing Prodi melaksanakan contoh dari program ini,” tegasnya.

Walaupun memang, ia mengatakan hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan seketika usai mengikuti pelatihan tersebut. Sebab, masih ada yang perlu dimaksimalkan seperti infrastruktur, regulasi hingga sumber daya manusianya.

“Apakah infrastrukturnya sudah siap, servernya apakah cukup,. Sistemnya apakah sudah cukup. Kemudian SDM-nya apakah sudah siap. Tentunya itu harus disiapkan agar bisa berjalan efektif dan efisien,” jelasnya. (mg5)

===

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved