6 Manfaat Cuka Apel dari Turunkan Berat Badan hingga Obat Psoriasis, Efek Samping, dan Cara Pakainya

Sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno, cuka dari buah apel merupakan salah satu bahan pengobatan yang banyak dipakai oleh ahli kesehatan di masa lalu.

Tayang:
Editor: Bejoroy
https://www.google.com/
Cuka Apel. 

Masih perlu lebih banyak lagi studi untuk meneliti manfaat cuka apel dalam memperbaiki gejala-gejala penyakit penyebab disfungsi ereksi, maupun manfaatnya secara langsung pada impotensi itu sendiri.

Bagaimanapun juga, cuka apel bukanlah obat impotensi yang utama. Siapa pun yang hendak menggunakan cuka apel sebagai pengobatan alami tetap harus bijak dan berhati-hati.

Kamu harus konsultasikan dulu hal ini kepada dokter. Menurut beberapa ahli, cara mengobati impotensi yang baik dan benar tetap dengan cara mengatasi penyebabnya, menjaga pola makan, dan berolahraga teratur.

6. Untuk obat psoriasis alami

Ilustrasi psoriasis
Ilustrasi psoriasis. (shutterstock)

Biasanya, manfaat cuka apel lebih banyak digunakan untuk mengawetkan makanan. Semakin berkembangnya zaman, National Psoriasis Foundation telah berhasil menemukan manfaat cuka apel sebagai obat psoriasis alami, terutama untuk psoriasis pada kulit kepala.

Cuka apel memiliki sifat antiseptik yang dapat membantu mengurangi iritasi dan gatal akibat psoriasis. Beberapa orang bahkan sudah membuktikan adanya penurunan gejala psoriasis setelah merasakan manfaat cuka apel selama beberapa minggu.

Awas, jangan kebanyakan minum cuka apel!

Walau ada banyak manfaat cuka apel yang baik bagi kesehatan, herbal ini juga bisa memiliki efek samping. Terutama ketika konsumsinya berlebihan atau terlalu besar. Ini dia beberapa efek sampingnya.

1. Memperlambat pengosongan perut

Cuka apel membantu mencegah lonjakan gula darah dengan mengurangi kecepatan makanan meninggalkan perut dan kecepatan makanan memasuki saluran pencernaan bagian bawah. Nah, cuka yang berlebihan akan membuat proses penyerapan makanan dari saluran pencernaan ke aliran darah jadi lebih lambat.

Penelitian yang dilaporkan dalam Bio Med Central menyatakan bahwa minum air putih dengan 2 sendok makan (30 ml) cuka dari apel bisa meningkatkan jumlah waktu makanan yang tertinggal di perut, dibandingkan dengan minum air putih saja.

Terlebih lagi bagi para penderita gastroparesis yang umumnya terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Pada gastroparesis, saraf di perut tidak bekerja dengan baik, sehingga makanan tetap berada di perut terlalu lama dan tidak dikosongkan dengan kecepatan seperti biasanya.

2. Gangguan pencernaan

Karena keasamannya, cuka ini bisa memperparah kondisi maag atau menyebabkan orang menjadi mual. Minum cuka apel secara langsung menyebabkan luka pada tenggorokan karena keasamannya. Untungnya, ini adalah efek samping yang jarang terjadi.

Oleh karena itu, orang yang sedang mengalami gangguan pencernaan atau memiliki kesulitan menelan tidak disarankan untuk menggunakan cuka dari apel ini.

3. Masalah gigi

Makanan dan minuman asam telah terbukti bisa merusak lapisan enamel gigi. Enamel gigi yang terus menerus terkikis bisa menyebabkan kerusakan lebih lanjut seperti gigi berlubang.

Apalagi cuka dari apel yang tidak dilarutkan, ini dapat merusak gigi ketika dikonsumsi secara langsung. Selain itu, dalam jumlah yang tinggi dan jangka waktu lama, sari cuka dari apel dapat memberikan efek warna kekuningan di gigi dan membuat gigi jadi sensitif.

4. Kerongkongan terasa perih

Cuka apel berpotensi menyebabkan kerongkongan mengalami luka jika dikonsumsi terlalu berlebihan. Menurut ahli gizi Katherine Zeratsky, iritasi kerongkongan adalah efek samping yang paling mungkin terjadi dari cuka apel yang terlalu banyak, terutama dengan penggunaan dalam jangka waktu yang panjang.

Maka dari itu, campurkan dulu cukanya dengan air yang dapat membantu mencegah dinding kerongkongan menempel langsung dengan sari cuka yang pekat.

5 . Menurunkan kadar gula darah

Dilansir dalam Medscape General Medicine, kebanyakan konsumsi cuka ini dapat menurunkan kadar gula darah tubuh karena efek antiglikemiknya.

Dalam beberapa kasus, hal tersebut dapat menimbulkan hipoglikemia (kekurangan gula darah), mengurangi pasokan gula darah ke otak, pingsan, bahkan koma.

Karena dalam jumlah yang terlalu banyak bisa bersifat fatal, penderita diabetes sebaiknya mengonsultasikannya dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi sari cuka apel.

Bagaimana cara mengonsumsi cuka apel yang benar?

ilustrasi cuka apel
ilustrasi cuka apel. (shutterstock)

Jika kamu ingin mengonsumsi cuka apel, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah cara meminumnya. Kamu sangat tidak disarankan untuk langsung meminum cuka apel tanpa dilarutkan dalam air terlebih dahulu.

Karena sifatnya yang asam, jika tidak dicampur dengan air, cuka apel malah bisa melukai tenggorokan. Selain itu sifat asamnya juga berbahaya untuk kesehatan gigi karena dapat mengikis lapisan enamel gigi, hal ini akan menyebabkan gigi gampang keropos.

Perbandingan cuka apel dan air setidaknya 1 berbanding 10. Jika Anda menggunakan 1 sendok makan cuka apel, campurkan dengan 10 sendok makan air putih.

Konsumsi cuka apel setidaknya 1 sampai 2 sendok makan per harinya. Tidak ada aturan khusus kapan kita diharuskan mengonsumsi cuka apel, tetapi beberapa orang biasanya minum cuka apel di pagi hari atau sebelum dan sesudah makan.

Jangan lupa untuk berkumur dengan air setelah meminum cuka apel untuk menghilangkan asam pada mulut agar tidak merusak gigi.

Pastikan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan cuka apel dalam pola makan sehari-hari.

Jangan langsung menjadikan cuka apel sebagai pengganti obat-obatan jika kamu mengonsumsi obat tertentu. Ingatlah bahwa gaya hidup sehat memiliki peran terbesar dalam menjaga kesehatan kita.

Ini tata cara mengonsumsi manfaat cuka apel:

  • Batasi asupan cuka apel. Mulai dari dosis yang kecil secara bertahap. Maksimal 2 sendok (30ml) makan per hari atau tergantung toleransi tubuh masing-masing.
  • Gunakan sedotan saat minum supaya tidak langsung kena gigi.
  • Bilas mulut. Setelah mengonsumsi minuman mengandung cuka dari apel, berkumurlah. Atau untuk mencegah kerusakan enamel lebih lanjut, sikat gigi setelah 30 menit mengonsumsi larutan cuka apel.
  • Hindari sari cuka apel jika memiliki gastroparesis, atau batasi jumlahnya tak lebih dari satu sendok teh (5 ml) saja dalam sehari.

Sumber: https://hellosehat.com/

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://lifestyle.kompas.com/ dengan Judul:
Cuka Apel: Manfaat, Efek Samping, dan Cara Pakainya

====

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved