6 Manfaat Cuka Apel dari Turunkan Berat Badan hingga Obat Psoriasis, Efek Samping, dan Cara Pakainya

Sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno, cuka dari buah apel merupakan salah satu bahan pengobatan yang banyak dipakai oleh ahli kesehatan di masa lalu.

Tayang:
Editor: Bejoroy
https://www.google.com/
Cuka Apel. 

2. Mengatur kadar gula dalam darah

Ilustrasi tes gula darah pada pasien diabetes.Getty Images/iStockphoto Ilustrasi tes gula darah pada pasien diabetes.

Ini merupakan salah satu manfaat cuka apel yang paling dikenal. Terutama bagi penderita diabetes, kadar gula dalam darah merupakan suatu hal yang harus diperhatikan dengan serius.

Suatu penelitian yang di terbitkan dalam jurnal Diabetes Care menyatakan bahwa cuka dapat meningkatkan sensitivitas insulin, terutama saat kita mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat.

Ketika mengonsumsi cuka apel sebelum makan, maka cuka apel bekerja dengan cara memperlambat proses pelepasan gula dari makanan ke dalam darah.

Ini mencegah kita mengalami sugar rush, suatu keadaan di mana kadar gula dalam darah melonjak tiba-tiba setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat.

Penelitian lain menyatakan bahwa cuka dapat meningkatkan sensitivitas insulin pada 19 persen orang diabetes melitus tipe 2 dan 34 persen pada orang pradiabetes.

Mengonsumsi dua sendok makan cuka apel sebelum tidur dikatakan dapat menurunkan kadar gula orang diabetes tipe 2 hingga 6 persen di pagi hari.

Carol Johnston, Ph.D. dari Arizona State University telah mempelajari cuka apel selama lebih dari 10 tahun. Dilaporkan oleh WebMD, Carol menyatakan bahwa cuka apel memiliki efek antiglikemik. Maksudnya, cuka apel bisa menghambat penyerapan karbohidrat sehingga gula darah tidak meningkat secara drastis setelah makan.

Meskipun begitu, fokus terhadap pola makan sehat secara keseluruhan tetap harus dilakukan jika kamu memiliki penyakit diabetes.

Para ahli tidak menyarankan untuk berhenti mengonsumsi obat diabetes lalu digantikan dengan cuka apel. Kamu tetap harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

3. Mengatasi sembelit, maag, asam lambung, dan gangguan pencernaan lain

Ilustrasi asam lambung
Ilustrasi asam lambung. (Emily Frost)

Menurut Carol Johnston, karena sifatnya yang membatasi penyerapan karbohidrat, maka sebagian karbohidrat dan pati yang tidak tercerna kemudian akan menjadi makanan untuk bakteri baik yang terdapat dalam sistem pencernaan.

Kita disarankan mengonsumsi cuka apel yang belum mengalami proses penyaringan. Biasanya jenis cuka apel ini berwarna coklat keruh dan jika didiamkan akan terbentuk ampas di dasar botol.

Ampas ini disebut “the mother”, kaya akan probiotik dan bakteri-bakteri baik lain yang berperan dalam menyehatkan saluran cerna.

Jenis cuka apel ini dapat membantu kerja sistem imun dan bagi sebagian orang bisa mencegah sembelit semakin parah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved