Berita Banyuasin

Kisah Pendonor Darah Asal Banyuasin, 108 Kali Donor tak Pernah Sakit. Sanggup Garap Ladang 2 Hektare

Kisah Pendonor Darah Sukarela Asal Banyuasin. 108 Kali Donor, tak Pernah Sakit dan Garap Ladang 2 Ha dalam Sehari

Kisah Pendonor Darah Asal Banyuasin, 108 Kali Donor tak Pernah Sakit. Sanggup Garap Ladang 2 Hektare
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Sohid (55) pendonor darah asal Desa Pulau Harapan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan yang bertolak ke Istana Presiden mendapat penghargaan SatyaLencana, Selasa (22/1/2019). 

Bahkan ia rela mengeluarkan ongkos sendiri untuk mendatangi pusat penyedia bantuan darah PMI Palimo Palembang untuk mendonorkan darahnya.

Aktif mendonorkan darah sejak tahun 1990, pria dengan golongan darah jenis O tersebut sebelumnya telah tiga kali mendapat penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Palembang.

Pertama sebagai pendonor ke-5 pada tahun 1991. Kemudian sebagai pendonor ke-15 pada tahun 1994 dan sebagai pendonor ke-50 pada tahun 2005.  Terakhir sebagai pendonor ke 100.

Siswi Ini Laporkan Teman Satu Sekolahnya ke Polresta Palembang, Awalnya Diminta ke Dukun Santet

100 Nama Bayi Perempuan Modern dan Islami Beserta Artinya, Terlengkap dari Abjad A hingga Z

CPNS Pemkot Palembang yang Lulus akan Ikut Pra Jabatan Selama 2 Bulan. Gaji Pertama Rp 2,2 Juta

"Sebenernya ini sudah ke 108 kali mendonor, namun tercatat di PMI ke seratus kalinya," ujar Sohid kepada Sripoku.com didampingi istrinya Siti Asia, Selasa (22/1/2019).

Diceritakan Sohid, kegemaran mendonorkan darah itu dilakukan sejak lama, setelah ia menikah.

Kebiasaan tersebut dilakukannya dikarenakan badannya yang sering berat dan jari tangan bengkak apabila dalam waktu tertentu tidak mendonor.

"Kalau tidak donor lebih dari 3 bulan badan terasa berat. Jari-jari tangan menjadi bengkak," ujar Sohid.

Kendati demikian Sohid tidak pernah mengharapkan imbalan dari darah ratusan kantong darah yang telah ia berikan. Semua sukarela.

Sohid (55) didampingi istrinya, Siti Asia, pendonor darah asal Desa Pulau Harapan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Selasa (22/1/2019).
Sohid (55) didampingi istrinya, Siti Asia, pendonor darah asal Desa Pulau Harapan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Selasa (22/1/2019). (SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH)

"Saya tidak mau dibayar semua murni sukarela. Terkadang saya pakai ongkos sendiri untuk pergi mendonor ke Palembang," ujarnya.

Menurut sang istri, Siti Asia, suaminya termasuk orang yang tidak pernah mengalami sakit dan tergolong pria yang sehat.

Satu CPNS Pemkot Palembang Mengundurkan Diri. Bulan Depan PNS Baru Mulai Kerja

Video Pelaku Hipnotis Jual 3 Suku Kalung Imitas, Nasution Merengek Diamankan Petugas

Pendaftaran PPPK atau P3K Segera Dibuka, Ini Proses Seleksi, Masa Kerja, Gaji dan Tunjangannya

Halaman
123
Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved