Terkenal Sebagai Kampung Mural , Saat Ini Gedoeng Boencit Tidak Seeksis Dahulu

Sepi tak banyak aktivitas yang hanya ada beberapa irang sedang memancing di Kampung mural Komplek Pergudangan Baba Boencit Palembang nampak sepi akan

Terkenal Sebagai Kampung Mural , Saat Ini Gedoeng Boencit Tidak Seeksis Dahulu
SRIPOKU.COM/wahyu k
Goedang Boencit yang dahulu sempat ramai dari pengunjung kini sepi dari pengunjung yang ingin berswafoto, Rabu (2/19). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Sepi tak banyak aktivitas yang hanya ada beberapa irang sedang memancing di Kampung mural Komplek Pergudangan Baba Boencit Palembang nampak sepi akan pengunjung di Rabu sore, (2/19). 

Kampung mural yang dibuat guna menyambut Asian Games 2018 lalu tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Palembang. Namun, kini kampung yang sempat populer itu sudah sepi dari pengunjung yang ingin berswafoto.

Pantauan, Sripo dilapangan. Beberapa fasilitas yang ada di goedang boencit mengalami kerusakan seperti tempat duduk yang patah, pagar kayu pembatas sungai sudah tidak ada lagi dan rumput yang mulai memanjang.

Mahmmud, salah seorang warga sekitar mengatakan. Saat ini pengunjung di goedang boencit sudah sepi dan tidak banyak lagi orang yang berdatangan untuk ber foto ataupun menikmati angin sungai di sore hari.

“Sudah sepi saat ini, tidak tahu mengapa. Mungkin mereka sudah bosan,” jelasnya saat diwawancarai, Rabu (2/19).

Lanjutnya lagi, sejauh ini ia bersama teman-temannya sudah menjaga tempat wisata bersejarah itu seperti tidak merusak yang telah dibuat oleh Pemerintah dan tidak menganggu pengunjung yang ada.

Libur Natal dan Tahun Baru, Pulau Kemaro Jadi Incaran Para Wisatawan Luar Kota

Destinasi Wisata Pedesterian Ampera dan Wahana JSC Jadi Primadona Pelancong

“Kita disini berjaga walau tidak dibayar, kita menjaga demi kenyamanan pengunjung,” ujarnya.

Terlebih lagi, setelah Asian Games 2018 pengunjung memang turun drastis walau itu hari libur besar pengunjung tetap tidak terlalu ramai seperti baru dibuka. Sebenarnya kalau ramai bisa berdampak kepada masyarakat sekitar seperti berjualan minuman dan makanan yang dapat penghasilan tambahan.

“Kalau parkir pun tidak kita mintai tapi tetap kita jaga, mereka ngasih kita ambil mereka tidak ngasih tetap kita jaga,” ujarnya. (mg4)

===

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved